Kekasih Kesayangan Bos yang Menghilang
"Di pesta pertunangan, sebuah granat datang melayang, dan kamu mengorbankanku lagi. Apakah itu juga sebuah kesalahan?"
"Waktu itu, aku…"
"Waktu itu, kamu hanya memikirkan Sabrina!" Aku menatapnya tajam, setiap kata seperti pisau.
Mulutnya terbuka, tetapi tak ada sepatah kata pun keluar. Tubuhnya gemetar kesakitan.
"Kamu memaksaku untuk mengemas setiap potongan sejarah kita bersama, insting tempur kita, dan menyerahkannya kepada wanita lain sebagai apa yang disebut tanda cinta!"