Tiga Mayat Satu Takdir
Matanya ungu menyala lemah, keringat menetes lebih banyak dari dahinya, napasnya tersendat saat ia menatap lendir kecil itu.
"Aku... aku harus pastikan," bisiknya, suaranya penuh kelelahan tapi teguh, fokusnya menembus tubuh bening lendir yang kini diam. Setelah beberapa detik, matanya melebar kaget, lalu rileks dengan kelegaan kecil. "Dia... dia cuma cerna energi parasit gelap itu—lambat sekali. Dia tak akan bangun sementara—kita aman untuk sekarang."
인기 회차