Pembalasan Sang Dokter Jenius
Reaksinya sudah menjadi sebuah pengakuan.
Joko mengangguk pelan, seolah dugaannya baru saja terkonfirmasi.
“Iya,” aku Andrea akhirnya, suaranya kini bergetar pelan. Ia menundukkan kepalanya, menatap lantai marmer di bawah kakinya. “Itu benar. Sudah hampir setahun ini. Aku sering tiba-tiba merasa lemas, pusing sekali… dan mual. Dan ya,” ia menelan ludah. “Beberapa kali… aku pingsan. Tiba-tiba saja. Dokter bilang hanya kelelahan dan stres karena kuliah.”