Om Duda!
"Ya itu ngeracun kesehatan kan? Orang yang makan itu apa tidak akan sakit perut? Lihat warnanya saja sampai berwarna merah kehitam-hitaman begitu, berapa kilogram cabai yang digunakan? Makan mienya saja sudah tidak sehat, apalagi ditambah deng—"
Disya buru-buru memasukkan cookies coklat ke dalam mulut Devan, dengan tujuan agar suaminya itu berhenti mengoceh. Disya sudah tahu, pasti Devan akan menceramahinya lagi dengan banyak sekali istilah-istilah medis, yang pasti akan membuat otak Disya pusing.
Devan sedari tadi mengabaikannya, hanya deheman dan sedikit kata-kata yang keluar dari mulutnya, tapi untuk soal ini Devan sepertinya akan berbicara panjang lebar.