Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Silakan Atur Sendiri Uangmu, Mas!

Silakan Atur Sendiri Uangmu, Mas!

sungut Ibu tanpa menolehkan kepala ke arahku. Aku menghembuskan napas berat, setelahnya aku berjalan menuju tempat yang dikatakan oleh Ibu. Dan benar saja, keranjang itu dipenuhi oleh pakaian yang hanya asal meletakkan. Seperti jemuran yang baru diangkat lalu diletakkan begitu saja. Jangankan disetrika, dilipat saja enggak. Aku mencari pakaian dan celana panjang kerjaku. Begitu ketemu, aku merentangkannya di depanku.
10102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai keranjang pakaian kotor
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah karena Wasiat

Terpaksa Menikah karena Wasiat

Kalau disuruh pakai deker, Mila enggan. Mila mengangkat keranjang berisi pakaian kotornya dan Diaz. Awal-awal mencuci pakaian orang lain, Mila merasa asing atau lebih tepatnya geli. Jika bukan karena Diaz sibuk, Mila akan membeli satu keranjang lagi agar pakaian kotor mereka dipisah. Sekarang ia berusaha sekuat tenaga turun tangga sambil menjinjing keranjang.
1017.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai keranjang pakaian kotor
Baca
+Pustaka
Kau Peras Peluhku Demi Madu

Kau Peras Peluhku Demi Madu

jawabku singkat. Segera kuraih seluruh pakaian kotor itu dan memasukkan dalam keranjang, kubawa ke belakang untuk di cuci. Meskipun banyak pakaian kotor, bagiku masih ringan. Karena sejak usahaku maju, aku sudah memiliki mesin cuci, almari pendingin dan alat elektronik lainnya yang bisa memudahkan pekerjaan ibu rumah tangga.
1030.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 630 kali sebagai keranjang pakaian kotor
Baca
+Pustaka
Dikhianati Tunangan, Dinikahi CEO Tampan

Dikhianati Tunangan, Dinikahi CEO Tampan

Ia belum sempat membereskan barang-barang tersebut. Decak pelan lolos dari bibir Qiyana ketika melihat tumpukan pakaian kotornya yang sudah menggunung di dalam keranjang pakaian kotor. Entah sudah berapa hari dirinya belum mencuci pakaiannya. Belum lagi ditambah dengan pakaian Kenzo yang sama banyaknya. “Tahu begini aku pasti sudah mencucinya sejak kemarin! Sekarang semuanya menumpuk!” monolog Qiyana setengah menggerutu.
10256.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai keranjang pakaian kotor
Baca
+Pustaka
Saat Istri Memilih Pergi

Saat Istri Memilih Pergi

Berantakan dan kotor di mana-mana. Pakaian menumpuk di atas sofa. Panci, piring, gelas dan sendok menumpuk di wastafel. pakaian kotor terlihat menumpuk di samping mesin cuci. Belum lagi sisa-sisa makanan dan bungkus snack bertebaran di beberapa bagian rumah. Berapa hari Ibu dan kakaknya tidak beres-beres. Loh kok bisa? Astaga.
1059.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai keranjang pakaian kotor
Baca
+Pustaka
Rahasia Suamiku dan Keluarganya

Rahasia Suamiku dan Keluarganya

Ia bertanya lagi sembari melihat kearah keranjang cucian. "Nona habis dari mana? Kenapa pakaiannya bisa kotor begini?" tanya Mbak Wati panik sembari mengambil baju yang kotor penuh tanah dari dalam keranjang. Aku menatap Mbak Wati, apakah ia juga ikut terlibat dalam masalah ini? "Nona kenapa bajunya bisa kotor penuh tanah seperti ini? Memangnya Nona habis dari mana?" "Aku habis dari halaman belakang. Memangnya kenapa?"
1099.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai keranjang pakaian kotor
Baca
+Pustaka
SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS

SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS

Untungnya masih dia taruh di keranjang. Renji bahkan lebih parah lagi, ia akan meletakkannya begitu saja di kamar, berserakan, dan Nilna-lah yang harus memungutnya satu per satu tiap kali dia berganti pakaian. Nilna menuruni tangga sambil membawa sekeranjang pakaian kotor. Keringat dingin mengalir di pelipisnya. Setiap beberapa langkah ia berhenti. Panas badannya seakan tak kompromi.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai keranjang pakaian kotor
Baca
+Pustaka
Rumah Kenangan: Pengintai di Bawah Tanah

Rumah Kenangan: Pengintai di Bawah Tanah

Di dalam, aku bisa melihat barang-barang berserakan di sekitar ruangan, dengan pakaian yang tergeletak di lantai, buku-buku bertumpuk di meja belajar, dan mainan yang tercecer di sudut ruangan. Ada aroma yang tidak sedap melayang di udara. Mungkin berasal dari tumpukan pakaian kotor yang berserakan di sudut kamar. Langit-langit kamar nampaknya terlihat kusam, dengan beberapa noda di beberapa tempat. “Hadeh, gak perlu dikotorin kamar ini udah kotor.” Aku berkata sambil mengeluh
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai keranjang pakaian kotor
Baca
+Pustaka
Triplet's Diary

Triplet's Diary

tanyanya. Tanganku menunjuk ke arah pintu di mana terdapat keranjang berisi baju kotor. Aku rasa dia telah menemukan jaketnya setelah mengoceh beberapa kali. “Bau banget sih kalau barang gue dipake sama lo,” desisnya mengulik rasa penasaranku. Begitu dramanya bersambung, aku menghampiri Jendra yang terus mencebik sendirian. Dia selalu mengomentari barang-barangku, tanpa sadar betapa buruknya dia menyimpan barang.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai keranjang pakaian kotor
Baca
+Pustaka
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Sepertinya pikiranku sudah kacau. *** Aku bergegas ke kamar buat mengacak-acak lemari. Mencari pakaian apa yang pantas buat bertemu dengan Jo. Kusadari, kebanyakan isi lemariku adalah celana jin dan t-shirt. Ada sih, beberapa kemeja lengan panjang. Namun, kalau semacam dress atau gaun, aku tidak punya. Nggak suka juga makainya. Lagian, aku kan, bilangnya ke Mami mau ke rumah Kikan. Mana mungkin pakai dress segala.
1065.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai keranjang pakaian kotor
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status