Pewaris Yang Tersembunyi
Rahim menatapnya lama sebelum akhirnya berkata, “Kau bukan anak biasa, Azlan. Kau adalah pewaris sesuatu yang lebih besar dari yang bisa kau bayangkan.”
---
Di luar, angin bertiup lebih kencang, membawa hawa dingin yang menusuk.
Di dalam kedai, Azlan masih mencoba mencerna kata-kata Rahim.
“Pewaris?” Azlan mengulang, suaranya penuh kehati-hatian.
Rahim mengangguk. “Darahmu membawa jejak garis keturunan yang langka—keturunan yang pernah memegang kendali atas kekuatan yang bisa mengubah keseimbangan dunia.”