Ahli Waris
bentaknya.
“Bapakku keturunan ke delapan. Jadi, ancamanmu tidak mempan Surti. Aku yang bersalah, dan biarkan aku yang menanggungnya. Jangan bawa anak istriku!” jawabku kali ini dengan nada keras.
“Hahaha, mau keturunan delapan, sembilan, sepuluh, sebelas, dua belas, tiga bel—”
“Cukup! Kepanjangan. Wes, tho the point,” cegah Rahman seketika membuat Surti menghentikan ucapannya.
Sikat na Kabanata