Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh
jawab Martha sangat hati-hati, takut salah bicara.
Belum sempat Carmen melontarkan omelannya lagi, sayup-sayup terdengar perdebatan konyol dari arah lorong utama.
"Aku kan sudah bilang, Tuan Muda Xavier itu menyukaiku! Buktinya dia tersenyum manis saat aku melet-melet!" Suara Kiko terdengar paling lantang, sarat akan kebanggaan yang tidak pada tempatnya.
"Dia tidak tersenyum, Kiko. Secara medis, otot wajahnya hanya mengalami kontraksi prematur. Berhenti merasa dirimu seperti topeng monyet," potong Leo dengan nada datar nan dinginnya.