Cinta Pengganti
“Lebih baik, kita instropeksi diri masing-masing dulu. Kita … pikirkan lagi hubungan ini, karena aku nggak tahu mau dibawa ke mana.”
“Maksudnya?”
Bumi mengendik gusar. “Kita break dululah, Ki. Banyak yang harus aku pikirkan ke depannya kalau masih harus jalan sama kamu. Sorry.”
~~~~
“Gila!” Gilang tertawa sinis saat melihat Kiya benar-benar menandatangani surat yang dibuat pagi tadi. Tidak ada beban sama sekali saat Kiya membaca ulang seluruh isi kontrak yang sudah disepakati, lalu membubuhkan tanda tangannya. “Di kepala lo itu, isinya cuma uang, uang dan uang, ya, Ki!”