Stupid Love With Crazy Bad Boy
Laki-laki tampan dengan stelan jas berwarna navy itu meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku, akibat tiga jam non stop duduk dan membaca lembar demi lembar kertas dimejanya.
Bertepatan dengan Abimanyu yang hendak bangkit dari duduknya, pintu ruangan bercat coklat itu dibuka, “Kamu udah lupa, kalau masih punya orang tua? Mentang-mentang lagi banyak proyek, kamu nggak ingat Papa yang udah satu minggu di Jakarta lho, Bi! Begitu tidak berarti kah orang tua ini, bagimu wahai putra semata wayangku!” sindiran pedas langsung menyapa telinga Abimanyu, bertepatan dengan kemunculan laki-laki paruh baya yang tidak lain adalah sang Papa.
Hot Chapters