Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ayah Beranak Tiga yang Hebat

Ayah Beranak Tiga yang Hebat

Kalau tadi dia telat sedetik, dia akan ketahuan oleh sopirnya. Dia duduk di kursinya, kemudian menghabiskan kopinya yang tersisa. Setelah itu, dia berjalan ke kasir untuk memilih biji kopi. "Aku mau yang termahal." Pelayan itu menjelaskan, "Kopi Gunung Biru ini yang termahal, tapi rasanya sangat murni dan ia ditanam secara buatan." "Yang ini saja." Lauren membeli dua bungkus biji kopi, kemudian dia pergi ke toko hewan peliharaan untuk membeli camilan buat Miumiu. Setelah itu, dia baru pulang ke rumah.
9.6402.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.1K kali sebagai kopi klan
Tampilkan Ulasan (172)
Baca
+Pustaka
sheirra
dr awal yasmin jadi sasaran mainan diperlakukan ga mati2, trus yg mukul juga bebas rachel irene..kpn giliran mrk merasakan apa yg yasmin diperlakukan thor...sungguh baca crita ini 2bab aja gt2 trus mati hidup,hidup mati.
Dhita Febrina
apakah disini ada yg tau judul novel aslinya?? pengen bangt baca yg aslinya ini novel dan gak muter² trus ceritanya.. bener² udh muak sma jalan ceritanya. please yg tau judul aslinya ini novel kasih tau ya, Thank you...
Baca Semua Ulasan
Kafan Hitam

Kafan Hitam

ucap Euis ramah meski sedikit takut. Pria tua berbaju hitam itu menghabiskan kopinya dalam satu kali tegukan. Tak ada satu kata pun terucap. Matanya kosong dan wajahnya tampak pucat. Euis tak berani berkomentar meski sebenarnya merasa aneh. Pelanggan itu menyodorkan uang seribu di samping gelas, lalu pergi meninggalkan warung, tak mengambil kembalian.
9.775.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM ZENITH

PEMBALASAN DENDAM ZENITH

Clive, alih-alih mengikuti, justru menarik sebuah kursi dan bergabung dengan Barto dan Sando di dekat bar. "Tuan Sando, apakah Anda punya kopi? Dan mungkin... sebatang rokok?" tanya Clive. Permintaan yang aneh, tapi ia ingin merasakan sesuatu yang normal. Sando tersenyum. "Tentu saja, Nak. Kopi terbaik di Fusha dan tembakau dari lembah seberang." Ia menyajikan secangkir kopi hitam panas dan sebatang rokok lintingan. Clive menerimanya, menyulut rokok itu dengan bara dari perapian, lalu terbatuk hebat saat menghisapnya untuk pertama kali.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

“Jadi selama ini kamu kasih kopi sembarangan—” “Bukan sembarangan juga,” sela Fran cepat-cepat. “Saya dapatnya selalu sepaket dari Ibu, kemasan toples kaca tanpa merek.” “Ya?” Satria berkedip. “Ibu siapa?” “Kok siapa? Ya, Bu Kanaya ... emang ada ibu lain yang boleh kasih—” “Ck! Jadi kopi yang kamu bikinin itu dari istriku?”
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Meminang Bu Dosen

Meminang Bu Dosen

“Aku udah curiga aja pas kamu ajak ke Kopipiko dulu. Kamu bilang ownernya Dodi, tapi foto di dinding wajah kamu semua.” Gala menepuk kening. Ia tidak terpikir ke arah sana. “Maaf ya, penjual kopi nekat melamar Bu Dosen.” “Apa, sih, Ga. Gak usah merendah gitu. Kamu tahu, Kopipiko itu udah terkenal se-Malang raya. Aku bangga punya mahasiswa berprestasi gini.” “Kirain bangga punya calon suami keren.”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
My Unexpected Husband ( indonesia )

My Unexpected Husband ( indonesia )

Mungkin Joly akan sampai sekitar satu jam lagi. Liam menulis pesan kepada Joly bahwa ia meminta istrinya itu untuk membelikannya secangkir kopi Arabian dari tanah Toraja Indonesia salah satu kopi yang menjadi kesukaannya. Rasa kopi yang gurih dan segar yang dihasilkan kopi tersebut membuat pikiranya menjadi lebih segar saat menghadapi pekerjaannya yang selalu padat setiap hari. ***
9.116.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 599 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Jerat Posesif Adik Angkat Menawan

Jerat Posesif Adik Angkat Menawan

Dia adalah Clara, wanita pilihan sang kakek yang sejak bertahun-tahun lalu telah mengurus sebagian gurita bisnis klan naga hitam selama Kael melarikan diri ke Jakarta. Clara melangkah masuk dengan gaya anggun yang sengaja dibuat mendominasi. Di tangannya, dia membawa sebuah cangkir kopi hangat yang mengepulkan aroma kuat. Dia berjalan mendekati Kael yang masih duduk kaku di tepi ranjang. “Kopi untuk calon raja yang akan memimpin takhtaku nanti malam,” ujar Clara dengan nada suara yang manis, tetapi terdengar sangat manipulatif di telinga Kael.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

Saat ia menerima botol air itu, Wulan sengaja menggenggam pergelangan tangan si pemuda sejenak, merasakan denyut nadi yang berpacu liar. Pelanggan ketiga adalah seorang pria keturunan Tionghoa yang tampak angkuh. Ia memesan kopi dengan suara keras seolah ingin menunjukkan dominasinya. Wulan melayaninya dengan ketenangan yang mematikan. Saat menyerahkan kopi, ia sedikit memajukan tubuhnya hingga aroma melati dari kulitnya menabrak indra penciuman pria itu. "Ini kopinya, Tuan. Hati-hati, uapnya bisa sangat membakar jika tidak sabar."
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Tetangga Kos Menawan

Tetangga Kos Menawan

protes gw "dah ah bawel, sana bikinin kopi gw dulu" Rena duduk di sebelah gw sambil kucek-kucek matanya. Mau ga mau daripada si Rena tambah cerewet akhirnya gw bikinin kopi buat dia, dan itulah pertama kalinya gw bikinin Kopi buat Rena "nih Ren kopi lo....." sambil gw ulungkan segelas mug kopi hitam panas made by Reyhan
8.918.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 403 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Paniknya Tuan CEO : Istri yang Dikhianati Ingin Cerai

Paniknya Tuan CEO : Istri yang Dikhianati Ingin Cerai

Biasanya di kantor CEO Wilson Group, Lucian hanya memiliki satu jenis kopi yang diimpor sementara dia dan Ferdi menggunakan kopi biasa. Mia mengusap kepalanya dan mengintip keluar jendela kaca pantry, melihat Simon dan Syifa di meja kerja dengan ekspresi serius menekuni dan sibuk pekerjaan mereka. Dia merasa tidak enak mengganggu mereka hanya untuk bertanya tentang kopi yang disukai Tristan. Akhirnya dia memutuskan membuat kopi yang dikuasainya. Dia meraih biji kopi yang diimpor dari toraja dan membuat kopi yang saka yang disukai Lucian.
8.1142.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status