Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Berdosa si Bos Paranoid

Istri Berdosa si Bos Paranoid

Billy menyodorkan menu pada Michael dan Irene sambil berkata, "Coba kalian lihat, mau pesan apa?" "Kopi di sini lumayan enak." Layaknya seorang pembawa acara, Lidya berkata, "Biji kopi di sini pilihan pemilik tokonya, yang paling terkenal yaitu biji kopi Kona. Sekarang, biji kopi Kona sudah makin jarang ada. Bukankah sebelumnya kamu lumayan suka minum kopi? Mau coba segelas kopi Kona, nggak?" Irene menunduk dan menjawab, "Nggak perlu, aku minum teh susu saja."
1049.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Pembalik Langit Dunia Persilatan

Pembalik Langit Dunia Persilatan

Klan samudra Klan Angsa Emas Klan Daun Biru Klan Gunung Api Klan Pedang Klan Petir Enam klan besar di penuh pertanyaan siapa sosok yang duduk di ruangan VIP 1, Nona Zen hanya duduk diam tanpa memperdulikan sekitar, Dewi bulan mengerutkan keningnya, ia mengenali Nona Zen dari warna bola mata kebiruan, ia tersenyum ke arah wanita bertopeng.
1082.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Kupuaskan Nafsuku di Klub

Kupuaskan Nafsuku di Klub

Dua jam kemudian, Dodi duduk di kursi samping tempat tidurku untuk melapor. "Larry, Pak Kai, Gavin, Dimas, serta 17 anggota klub yang terlibat kekerasan, pengendalian, serta pelecehan, semuanya sudah ditangkap. Kami juga menyita 128 rekaman video, 12 hard disk, juga 3 daftar pemerasan yang belum dirilis." "Daftar pembeli konten juga sudah kami serahkan ke komisi kedisiplinan. Beberapa di antaranya adalah pejabat tingkat tinggi. Penanganan selanjutnya akan terus dilakukan."
28.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

“Eh, atau beli kopi dulu di deket sini? Kayaknya tadi liat ada gerai Kopi Soe.” “Boleh, beli kopi dulu aja.” Rasanya Rinai butuh satu liter kopi dan disiram ke kepalanya untuk mengembalikan kewarasannya. Ksatria memberi kode pada Rinai untuk keluar lebih dulu selagi ia membayar makanan mereka. Ketika Ksatria tengah menunggu antrean pelanggan yang akan membayar makanan mereka, tatapan Ksatria tak sengaja jatuh pada kulkas yang memajang berbagai minuman yang bisa dipilih oleh pelanggan di sana.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Naga Perang

Kebangkitan Naga Perang

"Aku dengar Klan Topeng Emas dihancurkan oleh dua sosok misterius. Mereka berani sekali, memasuki markas tanpa bala bantuan. Itu tindakan yang gila, tapi luar biasa berani, bukan?" Rendy, sambil sibuk menuangkan cappuccino dari mesin espresso yang dia operasikan dengan cekatan, melirik Renata. Ia kemudian menyerahkan secangkir kopi kepadanya, aromanya kuat, sedikit pahit, tapi dengan sentuhan lembut yang membuatnya terasa hangat. "Luar biasa memang. Tapi, apa mungkin Klan Topeng Emas selemah itu hingga dua orang saja bisa menghabisi mereka?" Rendy bertanya, tersenyum tipis saat memberikan kopi itu kepada Renata. "Coba ini. Aku baru selesai meraciknya."
1029.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 906 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Klan Phoenix

Kebangkitan Klan Phoenix

"Kazam yang Agung ini, kekuatan yang tak terduga, dari Klan Scarlett Call, sebuah klan yang terhormat, Kota Tengzi, kota yang terkenal." "Aku datang jauh-jauh ke hutan terkutuk ini untuk satu tujuan, untuk satu alasan..." Ia menunjuk tepat ke arah Kiran, memberikan ancaman, "...membunuhmu, Kiran si Pembantai, mengakhiri segalanya." Kiran mengerutkan dahi, mencoba mengingat. "Klan Scarlett Call, nama yang asing? Aku tidak pernah berurusan dengan klan kalian, aku tidak mengenalmu."
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Fixing The Shattered

Fixing The Shattered

“Beberapa franchise kopi dan selusin warung pecel lele dan seafood yang tersebar di kota ini dan juga kota sebelah. Kedai kopi yang kudatangi di Samarinda tempo hari saat mengantarmu adalah salah satunya. Kami punya brand kopi sendiri. Ada beberapa jenis kopi yang kami produksi seperti kopi luwak, kopi Sidikalang dan kopi Toraja yang kami jual secara online.” Anna mengangkat alisnya mendengar banyak hal yang Jonas lakukan. “Kau benar-benar banyak bekerja.” Jonas tersenyum, “tidak juga, sekarang aku punya beberapa karyawan yang membantuku. Aku harus tetap sibuk agar di usia produktifku ini tetap menghasilkan uang. Dengan itu, aku bisa membeli rumah untukku dan keluarga kecilku nanti. Dan juga
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

SEROJA Hari-hari dikelas berjalan seperti biasanya, membosankan. Aku punya banyak teman tapi hanya sebatas nama. Mereka pikir bisa membodohiku dengan menyuruhku mengerjakan pr mereka. Aku melakukan itu hanya karena aku bosan, tidak tahu apa yang harus dilakukan. "Oja, kantin yuk." seorang gadis berambut panjang dan tinggi berdiri di sebelahku dengan muka ceria seperti biasa. Dia bernama michel salah satu murid VIP.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
CLIENTKU DOSENKU

CLIENTKU DOSENKU

gumam Alika sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangan. Dia bisa merasakan perasaan terawasi setiap saat. Adam bukan hanya klien biasa, tapi sosok yang penuh misteri. Tenang, karismatik, namun sekaligus berbahaya. Aura yang menguar darinya membuat Alika serasa sedang berurusan dengan seorang psikopat. Jam pertama selesai, dan kelas berlanjut ke mata kuliah Business Digital & Start Up. Itu artinya, sebentar lagi Alika akan kembali bertemu Adam.
10736 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai kopi klan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status