Kasih Tak Sampai
"Maaf, Isla. Aku nggak bisa banyak membantu."
"Nggak apa-apa, Kak Lia," jawabku sambil berusaha tersenyum.
Mereka yang sungguh-sungguh melukaiku tak pernah meminta maaf, tetapi orang-orang yang tulus ingin membantuku justru merasa bersalah. Dunia ini sungguh ironis.
Lia bertanya apa rencanaku selanjutnya. Aku bilang ingin pulang ke kampung halaman. Selagi masih ada waktu, aku ingin memakamkan kakakku dengan layak.