Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Iparku Suamiku

Iparku Suamiku

Dan kunci motornya ada di lantai atas, bagaimana ia melewati mereka dalam situasi seperti ini. Dara memberanikan langkahnya, ia lebih baik pulang sekarang, dia tidak mungkin mengatakan kepada Ibu Fani bahwa ia masih ingin tetap berada di rumah ini. Ia tidak punya hak untuk hal itu, dirinya bukanlah apa apa selain menyandang gelar bibi dari anak Ardi.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai kubeli kesombongan iparku
Baca
+Pustaka
ISTRI ADIK IPARKU YANG KEGATELAN

ISTRI ADIK IPARKU YANG KEGATELAN

"Mbak Nara jangan bilang begitu. Enggak baik. Menurutku Mbak itu kakak ipar paling baik yang pernah ada. Mbak tulus mengabdi di rumah ini. Cuma orang-orang disini saja yang enggak sadar atau pura-pura buta!" Mendengar ucapan Sofia rasanya aku mendapat sedikit kekuatan. Aku mulai berpikir untuk menceritakan masalahku kepadanya. Aku ingin meminta solusi pada Sofia bagaimana caranya menghadapi wanita jahat seperti Adel. Namun sebelum sempat melakukannya tiba-tiba ibu mertuaku muncul dengan wajah sangarnya.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai kubeli kesombongan iparku
Baca
+Pustaka
MEMBALAS KESOMBONGAN IPARKU

MEMBALAS KESOMBONGAN IPARKU

Beraninya main keroyokan ternyata. “Heh, jadi orang miskin jangan sombong, Mia Sumia!” bentaknya. Sejak kapan aku sombong? Dan sejak kapan aku berganti nama. Namaku Azmia Hilmi, bukan Mia Sumia. Dasar lidah gak bertulang. Rasanya aku tak selalu sombong, masih sering baik hati selama ini. Kutatap tajam mereka tanpa gentar sedikitpun. Meskipun tubuh mereka lebih tinggi dan besar, aku tidak takut. Di dapur ini banyak peralatan yang bisa kupakai untuk melawan.
1022.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 792 kali sebagai kubeli kesombongan iparku
Baca
+Pustaka
Merajut Kasih Yang Hampir Sirna

Merajut Kasih Yang Hampir Sirna

ucap adik iparku layaknya seorang yang sedang membaca puisi karena pergerakan tangannya mengikuti irama mulutnya Yang ceriwis “Percuma Kakak cantik, seksi dan menggoda, toh Abang mu nggak pulang,” pungkasku. “Tenang, ada aku yang akan membuat Abang ipar pulang. 1001 cara ada sama aku. Serahkan semuanya sama si kancilmu ini kak,” sombong adik iparku. Penyakitnya kumat. “Oke. Tunggu sebentar Kakak siap-siap dulu.” Aku pun berlalu ke kamarku untuk mengganti pakaian.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai kubeli kesombongan iparku
Baca
+Pustaka
Saudara celamitan dari Neraka!

Saudara celamitan dari Neraka!

Membuat emosiku semakin menjadi saja melihat kesombongannya itu. "Mau ngapain kamu ke sini? Mau pinjam uang! Nggak ada!" ucapnya ketus menghujam ke hatiku. Sombong banget dia sebagai Ipar. Jika bukan karena abangku yang bekerja keras. Maka hidupnya tak mungkin layak seperti ini. Dia hanya anak pedagang susah. Jangankan untuk sekolah atau kuliah untuk makan saja susah.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai kubeli kesombongan iparku
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Istri Jenderal Qu

Balas Dendam Istri Jenderal Qu

Bahkan kini rasa sakitnya merambat lagi ke punggung. "Kalau tidak sombong bukan aku namanya. Sejak kecil orang selalu mengira aku sombong, ya memang aku sombong. Karena aku tidak sombong pun mereka mengataiku sombong. Lebih baik aku jadi sombong sekalian.... Aduh. Nona Shen kenapa mencubitku?" "Hentikan ucapanmu itu, tapi aku suka." Sungguh, terlihat masokis sekali, bukan.
1026.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 733 kali sebagai kubeli kesombongan iparku
Baca
+Pustaka
Istriku Dewi Perang yang Sakti

Istriku Dewi Perang yang Sakti

"Apa mungkin nggak ada satu pun dari kalian yang sadar kalau serangan kakak iparku barusan sangat luar biasa?" "Apa mungkin kalian nggak ada yang sadar kalau tatapan mata kakak iparku sudah mampu membunuh kalian semua?" "Aku harus akui kalau aku benar-benar kagum dengan kalian. Kalian pemberani, dengan kekuatan kalian yang seperti itu kalian bahkan berani menantang kakak iparku." "Terutama kamu, memangnya kamu pantas?" "Ayo, lawanmu adalah aku."
9.2713.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.8K kali sebagai kubeli kesombongan iparku
Tampilkan Ulasan (171)
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa
Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Bercerai tentang seorang menantu laki-laki mantan dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya.  Terimakasih banyak ...️ ...️ ...️ 
Sembilan Maksudeny
alur bagus..cuma kalo ikut lomba yakin kalah..ending semuanya belum clear, cerita sisian belum selesai, telur phoenix, segel pedang asura dll...semoga penulis berkenan membuat chapter 2 utk penyelesaian yg masih nanggung
Baca Semua Ulasan
Kelakuan Aneh Mertua dan Suamiku Saat Aku Pulang Kampung

Kelakuan Aneh Mertua dan Suamiku Saat Aku Pulang Kampung

Aku mencintai diriku sendiri, dan takkan menukar harga diri ini dengan mengemis cintamu. "Tapi ... Kamu egois sekali, Alma. Uangmu paling habis berapa dari dua miliar. Nggak seberapa utangku itu. Lagipula kamu bisa pergi ke luar negeri karena ridha dariku. Kalau aku tak ridha, kamu nggak bakal sukses di sana." Kang Ikbal berdalih. Pintar sekali ia mencari pembelaan. Aku takkan terperdaya oleh kata-katamu lagi, Kang! Bersambung
9.54.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai kubeli kesombongan iparku
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk

Kacamata Penakluk

Kesombongan. Kesombongan selalu menjadi awal kehancuran. Aku pernah membaca bahwa manusia paling berbahaya adalah manusia yang yakin dirinya tidak mungkin kalah. Saat seseorang mencapai titik itu, ia berhenti berhati-hati. Ia berhenti mempertanyakan keputusannya sendiri. Ia mulai menganggap dirinya lebih cerdas daripada semua orang di sekitarnya. Dan pada saat itulah kesalahan pertama biasanya muncul.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai kubeli kesombongan iparku
Baca
+Pustaka
Suamiku Ternyata Pewaris yang Tertukar

Suamiku Ternyata Pewaris yang Tertukar

Betapa herannya Byanz saat melihat ibunya tersenyum. “Asal kamu jangan lupa diri dari mana asal kamu, maka kamu nggak akan terpikir untuk jadi sombong.” Sang ibu mengingatkan. “Jabatan ini Cuma sementara, Yanz. Tapi kesombongan bisa saja dikenang orang selamanya.” Byanz menganggukkan kepalanya. “Aku ngerti, Bu. Aku nggak akan lupa sama apa yang Ibu bilang,” kata Byanz sambil tersenyum singkat.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai kubeli kesombongan iparku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status