ADIK IPARKU MANTAN KEKASIHKU
sahut Irani berterus terang.
“Tidak mengapa, nanti aku yang akan menjelaskannya kepada Mama!” tegas Reynand.
“Jangan, Rey, aku tidak mau kau dan Mama kembali berdebat hanya gara-gara aku.”
Reynand menghembuskan napasnya. “Entahlah, kakak ipar, aku merasa bingung, karena setiap aku membelamu, Mama pasti akan marah karena Mama merasa tersinggung,” Reynand menjeda sejenak ucapannya, “Mama mengira bahwa aku tidak membelanya. Tapi … manusia macam apa aku ini, jika aku melihat seseorang yang selalu ditindas dan teraniaya di hadapanku, namun aku hanya diam saja?” Reynand berkata seraya menatap Irani. “Apalagi orang itu adalah kata iparku sendiri, dan tengah mengandung keponakanku,” imbuh Reynand.
Hot Chapters