Dia-lo-gue
tanya ayahku memulai percakapan.
Aiden mengangkat bahunya. “Belum ada planning.”
Aku memutar mataku karena sebal. “Pikirin dong, dari sekarang.”
“Gimana kalau di sekolahnya Katy aja,” usul ibuku.
Sekolahku memang sekolah favorit dan SMA percontohan nasional. Walau begitu, biaya masuknya terbilang murah dan tidak banyak embel-embel pengeluaran lagi setelahnya. Seragam sekolah, buku paket pelajaran, peralatan olah raga, sampai dana kegiatan siswa semuanya gratis. Bahkan, nanti di kelas dua, akan ada wisata edukasi ke Singapura yang juga gratis. Semua biaya akomodasi sampai uang saku sudah di tanggung oleh vendor yang mensponsori acara tersebut. Itu semua adalah alasan utama aku bersikeras seko
Hot Chapters