Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sentuhan Diam di Kereta Kota

Sentuhan Diam di Kereta Kota

Pengakuan seorang wanita muda yang cantik: Suamiku sedang ada urusan dan memintaku untuk menjaga adiknya dengan baik. Aku tidak menyangka adik iparku ternyata seorang mahasiswa olahraga yang energetik. Dia memaksaku ke kamar mandi restoran dan menyuruhku berlutut di lantai untuk mengurus kebutuhan fisiknya.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Kau Duakan Cintaku

Kau Duakan Cintaku

Marsesha
Sejak kecelakaan lalu lintas itu kehidupan Renata jadi berubah 180 derajat. Dia menderita lumpuh dari pinggul ke bawah sehingga harus duduk di kursi roda, rahimnya pun juga harus di angkat. Bagas yang semula sayang dan perhatian kini acuh tak acuh dengan Renata. Dapatkah Renata melewati semua ini dan bangkit? Baca ceritanya hanya di sini...
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Dalam Genggaman Sang Penguasa

Dalam Genggaman Sang Penguasa

Jonathan Smith adalah seorang konglomerat yang berasal dari keluarga miskin. Karena ketekunan dan kecerdasannya, ia berhasil menjadi laki-laki terkaya di kota Rivera. Banyak musuh dan saingan bisnis yang ingin menjatuhkannya. Jonathan, tetap berdiri angkuh di atas kursi kebesarannya. Musuh-musuhnya tidak bisa menyentuhnya. Bahkan kerajaan bisnisnya semakin kokoh berdiri setelah dirinya terpilih menjadi Perdana Mentri di negri ini.
1012.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Paman Presdir

Gairah Cinta Paman Presdir

Simbiosis mutualisme, itu adalah kata yang tepat bagi Rubby. Ibunya diusir oleh Ayahnya dan dirinya yang dijebak oleh tunangan, ibu tiri dan adik tirinya. Demi merebut kembali hak ibunya dan dirinya, Rubby, terpaksa menandatangani pernikahan kontrak dengan seorang pria yang lebih tua 14 Tahun darinya untuk meraih kursi kekuasaan.
1089.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Kesandung Cinta Si Ulat Buku

Kesandung Cinta Si Ulat Buku

mereka sering mengira Kota itu ramai. Tapi pada kenyataannya Kota itu tak pernah benar-benar ramai, bagi Vania rumah Vania selalu terasa lebih sunyi daripada jalanan di luar sana. Rumah dua lantai dengan pagar hitam tinggi itu berdiri megah, tetapi tak pernah terasa hangat. Dindingnya kokoh, lampunya terang, namun percakapan di dalamnya selalu singkat dan seperlunya. Vania tumbuh di antara jadwal rapat dan dering telepon papahnya yang tak pernah berhenti. Pria itu selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang ketika malam hampir habis. Jas kerjanya rapi, wajahnya tegas, tetapi waktunya tak pernah cukup untuk duduk sebentar dan mendengarkan cerita putrinya. Di meja makan yang panjang, kursi papah sering kali kosong atau jika terisi, hanya ada keheningan yang menggantung canggung. Bagi Vania. rumah bukan tempat berbagi cerita, melainkan tempat menyimpan luka. Di sekolah, ia dikenal sebagai siswi pendiam. Senyumnya manis tapi siapa yang tahu sorot matanya menyimpan lelah yang tak dimengerti teman-temannya. Ia pernah menemukan tempat bersandar seseorang yang membuatnya merasa didengar, dihargai, dan tidak sendirian. Seseorang yang menjadi dunianya ketika rumah tak lagi terasa utuh. Namun sandaran itu runtuh. Orang yang paling ia percaya justru meninggalkannya dan menghianatinya. Sejak saat itu, Vania belajar menjadi wanita yang lebih tegar. Ia yakin bahwa ia mampu melewati semuanya sendiri. Lorong sekolah, bangku taman, dan sudut perpustakaan menjadi saksi bisu tangis yang ia sembunyikan. Hari-harinya berjalan datar hingga suatu pagi, di tengah riuh langkah siswa dan bel yang menggema, takdir mempertemukan ia dengan seseorang. Seseorang yang mampu mengerti yang terdalam yang tersembunyi di balik dirinya. Dan seseorang yang mempunyai luka yang sama. Dan di sanalah cerita Vania benar-benar dimulai di antara luka yang tak kunjung sembuh, dan harapan yang diam-diam tumbuh kembali.
241 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Suami yang Aku Nikahi Ingin Menghabisi Nyawaku

Suami yang Aku Nikahi Ingin Menghabisi Nyawaku

Suami yang baru aku nikahi ingin menghabisi nyawaku. Saat ini, dia sedang memegang pisau dan memojokkan aku di balkon. Senjata tajam itu menusuk jantungku, lalu dia mengulurkan tangannya dan mendorongku dari lantai dua puluh. Di saat yang bersamaaan, aku melihat air mata jatuh dari sudut matanya. Dia berkata, "Sehat selalu, kekasihku yang sempurna."
9.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Kehilangan Kendali Atas Kegilaanku

Kehilangan Kendali Atas Kegilaanku

Larut malam, aku berbaring di kursi taman dan membuka lebar kakiku dan memuaskan diriku, sambil memandang pria berotot setinggi dua meter. Aku tahu dia sedang melihatku dan juga tahu aku sedang melakukan hal yang sangat gila. Namun, sensasi ini malah membuatku tertantang. Membuatku kehilangan kemampuan untuk berpikir. Semakin aku menikmatinya, semakin haus rasanya dan semakin sulit untuk berhenti.
54.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Aku Saingan Ibu Mertuaku

Aku Saingan Ibu Mertuaku

Ibu mertuaku mengenakan pakaian yang sama dan membuat gaya rambut yang sama denganku setiap hari. Suatu hari, ayah mertuaku salah mengenali orang dan memelukku dari belakang. Saking emosinya, aku menampar suami manjaku itu. Ketika berselisih, ibu mertuaku mendorongku dari lantai atas. Saat membuka mataku lagi, aku kembali ke hari di mana ibu mertuaku meminjam rantai celana dalam dariku.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Anakku Mau Selingkuhan Jadi Ibunya

Anakku Mau Selingkuhan Jadi Ibunya

Sebelum acara pernikahan, aku sudah hamil lebih dari dua bulan. Hendra yang saat itu sedang setengah mabuk, mengelus perutku sambil bercanda, “Ria, aku…aku belum siap jadi ayah. Gimana kalau… kita tidak usah punya anak dulu?” Hatiku yang sudah mati menjawab dengan tenang, “Boleh.” Di kehidupan lampau, aku bersikeras ingin melahirkan anak ini, sedangkan Klara Sartika justru mengalami keguguran yang membuatnya sulit hamil. Karena hal ini, Hendra mulai membenciku. Bersikap dingin terus setelah menikah denganku. Bahkan, putra yang susah payah kulahirkan itu pun merengek ingin menjadikan Klara sebagai ibunya. Setelah itu, aku mengalami kecelakaan mobil dan pendarahan parah. Tapi sepasang ayah dan anak itu pun hanya melewatiku dengan tatapan dingin. Hanya demi bergegas menemani Klara melahirkan. Di lantai atas, aku mati kehabisan darah. Di lantai bawah, mereka sedang bersenang-senang menyambut kedatangan anggota keluarga baru. Jadi di kehidupan baru ini, aku akan mementingkan diriku sendiri. Aku menelepon direktur dan berkata, “Aku bersedia ikut serta dalam penelitian ke daerah kutub.”
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Arus yang Membuatku Liar

Arus yang Membuatku Liar

"Sayang, aku setel ke pengaturan tertinggi sekarang. Nikmatilah." Sambil berkata, suamiku menekan tombol pengontrol di tangannya. Aku masih di luar, di antara kerumunan, tapi aku langsung lemas terduduk di lantai di bawah tatapan semua orang. "Nggak ... Ini terlalu berlebihan." Sebelum aku sempat berdiri, semua pria di sekitarku mendekat, menatapku dengan tatapan jahat. "Bu, biar kami bantu..."
17.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 539 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
18
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status