Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

Akira menambahkan ucapannya, dan dengan berani mengungkit hal tabu tersebut di sini. Pertanyaan yang sontak membuat Giselle memberontak. ‘Huh, enak saja! Siapa yang kikuk duduk dengan pria ini?’ Giselle akhirnya melangkah, suara sepatu hak tinggi tujuh inci dari Christian Louboutin berderap kencang di lantai marmer ruangannya. Layaknya seorang tentara yang sedang maju ke medan perang.
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

Terdiri dari dua lantai dan menuju ke lantai dua dengan menggunakan lift yang ada di depan langsung. Roy mengajak Reva menuju ke lantai dua. Pengunjung juga terlihat cukup banyak di sana. Reva hanya diam saja saat Roy mengajaknya ke sana. Kemudian pelayan juga menyiapkan kursi yang hanya terdiri dari dua kursi saja. Roy mempersilakan Reva duduk di sana dengan perlakuan yang begitu lembut. Reva masih memilih untuk tetap diam sambil menunggu apa yang sebenarnya disiapkan oleh Roy.
16.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
GARIS DARAH WARISAN

GARIS DARAH WARISAN

Sisanya menjadi tempat duduk Amanda dan Arjuna. Di antara mereka terdapat meja persegi panjang yang terbuat dari kayu jati. Begitu pula dengan kursi yang mereka duduki. Kayu jati yang dibentuk sedemikian rupa hingga menjadi meja dan kursi yang begitu menawan. Pahatan serta ukiran dalam meja kursi tersebut dapat mencerminkan dan membuktikan betapa hebat dan berbakatnya sang pencipta perabot rumah tangga tersebut. Perabot yang terlihat begitu cantik dan megah, yang tak mungkin dimiliki oleh masyarakat biasa. “Nastiti cucuku, kau lihat lelaki yang agak gendut namun gagah itu, Cah Ayu?” Eyang putri menunjuk Pak Baskoro. Amanda hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Bumi menunjuk bagian tengah halaman, "...meja-meja bundar, tidak banyak, tapi cukup, dikelilingi kursi dengan warna-warna netral, mungkin krem atau abu pucat." Rio mengangguk, menatap sketsa itu dengan saksama. “Aku suka. Jadi nggak semua tamu berdiri atau duduk di kursi panjang seperti pesta besar, ya?” “Benar,” lanjut Bumi. “Kita buat beberapa area duduk lainnya, di sudut-sudut taman. Ada yang hanya dua atau tiga kursi, seperti pojok-pojok percakapan. Nah, yang paling penting: kalian tidak akan hanya duduk di pelaminan.”
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

perintah Ketua Dewan. Dua prajurit berzirah perak maju, menggeser sebuah kursi tua dari sisi aula. Kursi itu sederhana bentuknya, tapi ukirannya penuh simbol kuno. Kayu gelapnya memancarkan aura aneh, seolah menyimpan gema emosi masa lalu. Risa terperanjat. “Itu... Kursi Resonansi.”
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Inheritance

Inheritance

Jani dan Fred duduk di kursi kayu bersama Zurah dan istrinya. "Itu bukan kursimu," ucap Zurah yang membuat Jani langsung berdiri. "Maaf aku tidak tahu. Di mana aku harus duduk?" tanyanya tidak mengerti. "Ratu putih selalu duduk di kursi itu." Zurah segera menekan tombol membuat kursi megah muncul keatas dari lantai rumahnya. Kursi yang terbuat dari emas dengan sandaran empuk dikelilingi ukiran yang indah. Zurah berdiri dan tanganya mengarah ke kursi itu mempersilahkan Jani untuk duduk.
9.923.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 642 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Empat kursi besar berdiri di tengah ruangan, masing-masing tertulis nama-nama yang tidak sepenuhnya dikenal: Narator Pertama Penjaga Struktur Lama Penulis Tanpa Tinta Frasa Awal Namun keempat kursi itu kosong. “Ini jebakan,” kata Kai pelan. “Tidak ada yang duduk di sana karena kita yang diminta untuk memilih tempat duduk masing-masing.” Kapten Arya mengangkat alis. “Atau mungkin... kita diminta memutuskan siapa yang pantas menduduki kursi-kursi itu selanjutnya.” Lena berjalan perlahan ke depan, lalu membaca teks yang terukir di lantai marmer di bawah kursi kosong.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN yang TERTUKAR

PERNIKAHAN yang TERTUKAR

Tanpa banyak bicara, wanita itu memandu Maeera menuju sebuah ruangan berukuran besar yang terhubung langsung dengan beberapa ruangan besar lainnya di lantai bawah. Begitu memasuki ruangan itu, mata Maeera langsung tertuju pada deretan kursi makan mewah yang terbuat dari kayu jati berukir indah dengan bantalan busa di dudukannya. Kursi-kursi itu tampak tertata rapi mengelilingi meja makan panjang yang terbuat dari kayu balok utuh berwarna cokelat tua, yang besar dan mengkilap.
1020.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 584 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
Cinta Segitiga Dalam Keluarga Tiri

Cinta Segitiga Dalam Keluarga Tiri

’ Pak Indra bicara dalam hatinya. “Jika anda ingin bersantai di taman, ada beberapa meja dan kursi yang disediakan,” ucap Mira yang seketika memuyarkan pikiran Pak Indra tentang Harno. Mira menunjuk ke sisi utara lebih dulu. Dimana ada kursi panjang yang dianyam. Dalam bahasa setempat, kursi itu biasanya disebut lincak. Kursi itu diletakan agak jauh dari pohon mangga yang cukup tinggai dan sangat dekat sekali dengan pohon palem.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai kursi lantai
Baca
+Pustaka
KUKU BU SAPTO

KUKU BU SAPTO

Pandangan mereka berdua langsung tertuju pada sebuah ranjang yang tak terlalu besar. "Mas, lihat itu!" Arah telunjuk Raisa tetruju pada sebuah kursi goyang. Yang bentuk dan motif ukirannya hampir sama dengan yang ada di kamar Mariyati. "Jadi bunyi tadi berasal dari kursi ini, Sa." "Iya, Mas. Tapi, siapa?" "Hemmm, ini merinding sudah enggak bisa dikondisikan lagi, Sa." "Sa-sama, Mas. Ta-tapi--"
1078.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai kursi lantai
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
Hayisa Aaroon
Berbagai hal ganjil yang dialami pemandi jenazah setelah memandikan jenazah benar adanya, itu saya dengar langsung dari mereka. Banyak pelajaran hidup bisa ambil dari mereka yang sudah tidak hidup. Terimakasih Penulis untuk tema luar biasanya, mengingat kematian membuat hati kita, down to the earth.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status