Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
Bumi menunjuk bagian tengah halaman, "...meja-meja bundar, tidak banyak, tapi cukup, dikelilingi kursi dengan warna-warna netral, mungkin krem atau abu pucat."
Rio mengangguk, menatap sketsa itu dengan saksama. “Aku suka. Jadi nggak semua tamu berdiri atau duduk di kursi panjang seperti pesta besar, ya?”
“Benar,” lanjut Bumi. “Kita buat beberapa area duduk lainnya, di sudut-sudut taman. Ada yang hanya dua atau tiga kursi, seperti pojok-pojok percakapan. Nah, yang paling penting: kalian tidak akan hanya duduk di pelaminan.”
Bab Populer