Perawan 200 Juta
Aku tau yang dia pikirkan, pasti soal keadaanku sekarang ini.
"Kamu kurus sekali," ucapnya ragu.
"Kurus? mungkin bawaan perempuan hamil," jawabku. "Aku letih, terus berdiri," keluhku kemudian. Aku tidak beralasan hanya saja kakiku benar-benar capek.
"Maafkan aku," ucap Bara.
"Aku balik ke meja dulu," pamitku.
"Em, aku juga." Bara menimpali ucapanku.
Chapitres populaires