Cinta di hati suamiku
Edi memarkirkan mobil di pelataran masjid dan bergegas turun.
Hendriyanto duduk termenung sendiri di dalam masjid, di luar para jamaah bergegas bahkan ada yang berlari mengejar salat berjamaah, Hendri menghembuskan napas dalam, sejak sakit perut yang melilit tadi malam, dia merasa bahwa hidup ini teramat singkat dan rasa sakit itu adalah nyata. Itu baru rasa sakit di dunia, bagaimana dengan rasa sakit di siksa kubur? Atau bahkan rasa sakit di neraka? Ada perasaan ngeri yang berdenyut dan mendesis di relung hatinya berjalan ke aliran darahnya. Sudah lama dia tidak menjalankan salat, terakhir kali dia melaksanakan salat dia sudah lupa kapan, bahkan mungkin bacaan salat dia juga sudah lupa.
Hot Chapters