Hati Yang Terpilih
Tercipta nelangsa di pucuk rerumputan
Oh harumnya dukaku,
Ditiup semilir sikapmu mendua
Menghitung bintang satu satu
Sesukar meraba lelikuan sifatmu
Berkali diri ini, terpaksa jatuh
Pada jurangnya bimbang, dan
Asa yang tercecer sempat bertanya
Senyum atau merahkah kau tawarkan?
Bagi jiwa dahaga ‘smara
Aku ini . . .
“Kriiing … Kriiing …,” dering ponsel membuyarkan suara Nazwa menyenandungkan lagu Lara Melanda dari Kla Project sembari mengeluarkan camilan yang dibuatnya dari oven.