Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Demon Emperor

Demon Emperor

LOL). ---
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 391 Times as laughter
Read
+Library
LEAK

LEAK

ucapnya sambil tertawa. "Aku tidak kabur, hanya mencari tempat yang lebih luas untuk membunuhmu," jawab sosok bayangan itu yang telah kembali berwujud leak berkepala babi. "Wohoho, aku jadi takut, nih. Sampai-sampai kakiku gemeteran, lho," ejek sosok bertopeng itu sambil berpura-pura ketakutan. "Kau benar-benar membuatku muak!" teriak si kepala babi sambil menerjang cepat ke arah depan.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as laughter
Read
+Library
Why

Why

" tawa Aina pecah, ketika melihat wajah Jaden yang menurutnya lucu. "Uhuk ... uhuk!" Jaden terus terbatuk, tapi netranya tidak berhenti memandang Aina yang tertawa lepas dan itu membuat hatinya menghangat. "Maaf! Aku mengagetkanmu, ya," sesal Aina dengan membelai punggung Jaden berulang kali, agar batuk Jaden mereda.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 407 Times as laughter
Read
+Library
ASHOLE

ASHOLE

"Maaf, Ya, gue gak bermaksud halangin lo. Duh, gue jadi gak enak banget." Naya berusaha bersikap santai. Maka dari itu ia merespon dengan mengendikkan bahu. "It's okay, sans aja. Gak papa, kok," ucapnya sambil meneribitkan seulas senyum pada dua benda kenyal berwarna merah muda itu.
102.8K viewsOn holdAdded to Library 56 Times as laughter
Read
+Library
Sad Boy

Sad Boy

Air mata ini kian jatuh. To Be Continue....
105.9K viewsCompletedAdded to Library 147 Times as laughter
Read
+Library
LAILA

LAILA

Dia semakin mendekat dan menyentuh bahuku. Aku menunduk, "Tolong kasihani aku..." "Laila, kamu tidak apa-apa?" Itu suara Wira. Wira membantuku berdiri. Aku menangis, malu dan kesal. Melampiaskannya dengan memukul dada Wira berkali-kali, tapi Wira hanya diam. "Kamu kejutkan aku, Wira." Marahku. "Maaf. Aku mengkhawatirkanmu." Balasnya.
107.1K viewsCompletedAdded to Library 149 Times as laughter
Read
+Library
Unknown

Unknown

ucapnya merasa tidak enak. “Gak keliatan juga muka-muka matre di wajah kamu”kataku jujur sambil memperhatikan raut wajahnya yang meneduhkan. “Alhamdulillah, Aminn”ucapnya sangat polos sambil meraup wajahnya seperti orang habis berdo’a membuatku tertawa terbahak diikuti dia yang juga ikut tertawa. Dea apa sepolos itu? Jujur aku menjadi semakin gemas dengannya. Tolong ini tidak bisa dibiarkan.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as laughter
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status