Pernikahan Hampa
"Ah, kata ayah itu boneka biasa saja, warnanya tidak terlalu cantik, bulunya bisa bikin kamu batuk. Ayah bisa belikan kamu boneka yang lebih besar 3 kali lipat dari ini. Dan bulunya pun aman untuk princess cium setiap hari."
Renata membuka mulut lebar-lebar, sambil membulatkan mata penuh takjub. Dasar anak kecil, gampang sekali dibohongi. Aku saja mana percaya, boneka yang diberikan Dean sudah jumbo, jika ditambah tiga kali lipat bukannya malah jadi repot untuk dimainkan. Atau mungkin saja maksud Lucas adalah kasur bentuk boneka. Tanpa tersadar aku tersenyum melihat tingkah Lucas yang sebenarnya merasa tersaingi sebagai seorang ayah.