Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
METAMORFOSA

METAMORFOSA

Permata : Typo anying. Andita S : Hayo Vita tanggung jawab bikin anak orang ngambek. V. Permata : Jangan kompir lo. V. Permata : Eh anying, typo mulu dah. Andita S : Jempol lo kegedean🤣😋
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 631 kali sebagai semata-mata
Baca
+Pustaka
MADU DARI MERTUA

MADU DARI MERTUA

jawab Martin yang tetap berusaha terlihat tenang. Sinta pun mendekati suaminya. "Kalau nggak takut,berarti bisa kan antar Mama bertemu Sania?" cecar Sinta yang sudah melihat keanehan pada suaminya." "Nggaklah, nggak usah, Ma," kata Martin. "Kenapa Mama nggak boleh ikut?" tanya Sinta yang terus mencecar Martin.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 873 kali sebagai semata-mata
Baca
+Pustaka
Kesempatan Ke 2 Hidup Wanita Teraniaya

Kesempatan Ke 2 Hidup Wanita Teraniaya

Namun, kali ini ada masalah. Komputer Matthew diretas. Saat dia membuka komputer, tidak ada apa-apa. Disana hanya ada sebuah kata besar dan tebal di layar, yang disebut. 'Perhatian' hanya kata itu. Semua orang di sekitar tertawa. Dan wajah Matthew berubah masam. Jelas sekali bahwa peretas itu menghinanya. Dia dipermalukan oleh rekan-rekannya. Sungguh memalukan! Miranda sedang dalam suasana hati yang baik.
8.438.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai semata-mata
Baca
+Pustaka
Gadis Persinggahan

Gadis Persinggahan

protes Tri. Ishak mendekati Tri, tangannya yang kasar memegang bahu wanita itu. "Tri, dengarkan aku. Di Jakarta, mereka punya 'Mata Langit' yang bisa melihat semut di atas aspal. Tapi mereka tidak punya 'Mata Lumpur'. Mereka terlalu jijik untuk melihat ke bawah. Ini adalah satu-satunya celah di baju zirah mereka."
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai semata-mata
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Sementara, air di westafel terus saja mengalir. ****** “Yeeeey.. Sampai!!” teriak Emmy kegirangan. Kelima mahasiswa itu sedang bersandar di pagar dek kapal. Mereka memandangi menara khas Lampung, Menara Siger yang menyerupai mahkota tradisional. “Welcome to Lampung,” ucap Lili yang sedang membaca tulisan besar yang ada di tepi daratan. “Laper banget gua. Habis ini kita cari rumah makan ya guys?”
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai semata-mata
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Banyak kalimat – kalimat yang menghantui pikirannya. Besok pas ketemu gimana ya? Orangnya kayak gimana ya? Bakalan nyambung ga orangnya? Bakalan iflil ga ya ngeliet gue? Mesti bilang apa nih ke Setya kalo gue ternyata ga sendirian datang ke acara itu? "Aaaargghhh. Apa – apaan sih kamu Diana."
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai semata-mata
Baca
+Pustaka
Seadanya

Seadanya

Imbuh erika " yaudah erika kamu yang semangat nanti gajian traktir bapak ya beli cilok didepan hhha, bapak pamit dulu mau beresi aula diatas senin mau dipakai " pak mamad seraya berlalu meninggalkan erika melanjutkan pekerjaannya "okeh siiip pak, fighting pakk maaf nggak bisa bantu" Erika berteriak pada pak mamad yang sudah berjalan meninggalkan erika
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai semata-mata
Baca
+Pustaka
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Brughh Agista jalan menunduk jadi tidak fokus dengan apa yang ada di hadapannya. Ketika mata Agista naik ke atas dan fokus pada seseorang yang dia tabrak. Agista hampir pingsan, badannya melemah seketika. *** Siapakah orang yang ditabrak Agista? Stand terus di bab selanjutnya ya guys!
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai semata-mata
Baca
+Pustaka
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Dia tidak kuat dan terharu melihat itu semua. Lelaki tua itu tampak menunggu istri dan cucunya untuk melaksanakan salat berjamaah. Wajah yang tampak tidak semangat, kusut, dan matanya pun terlihat sembab akibat air yang terus turun. Percikan air keran yang menetes ke lantai mengubah suasana tidak hening. Entah, harus bagaimana lagi Kakek Samad untuk bisa mengobrol dengan Nur yang sedang dirundung kesuraman. Semuanya itu hanya untuk menunggu dan menunggu saja.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai semata-mata
Baca
+Pustaka
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

TAMAT ---------------------------------- o0o ---------------------------------- BEDA ALAM Written by David Khanz ---------- o0o ---------- Sial! Maaf, jika awal cerita ini kumulai dengan kata tersebut. Itu rutuk terhalus yang ingin diucap, usai menahannya dari beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak, di tengah perjalanan malam ini, harus terhambat dengan masalah tak diharapkan. Perkara klasik. Ban kendaraan bocor setelah menginjak kerikil tajam. Dalam kondisi melaju cepat, karena ingin segera tiba di rumah, sempat beroleng-oleng berapa saat hingga akhirnya terjerembap di pinggiran jalan.
8.512.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai semata-mata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status