Luka Cinta Aluna
Mengikuti langkah, mereka berjalan beriringan.
Masih mengatur napas, Lilis berucap, “Kalau hanya membully dengan ucapan aku tidak masalah. Aku akan membalas jika mereka sudah menyentuhku. Memangnya kamu tidak tahu, Aluna, aku masuk di sini karena beasiswa pernah juara dua lomba karate tingkat nasional.”
Aluna tersenyum, “iya aku tahu, tetapi sekarang aku sedang tidak butuh teman!” raut wajah yang tenang dalam berucap, namun terdengar tegas.
Hot Chapters