Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NIGHTMARE

NIGHTMARE

"SHIT! AKU BISA GILA SEKARANG!!!" Teriak Irene frustasi sembari mengacak kembali rambut pirang miliknya yang sudah acak-acakan. Saat ini dirinya terlihat seperti orang yang memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Menyedihkan sekali.
9.92.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai le miserable
Baca
+Pustaka
Kamu Akan Miskin, Mas!

Kamu Akan Miskin, Mas!

Sementara aku sejak tadi menghindar, menatap Mama dan Papa dengan wajah terluka. Hatiku lebih dari kata terluka. Aku menahan napas. "Angkasa. Hanya karena dia miskin, Mama dan Papa gak bolehin Nina dekat sama dia, sampai mengorbankan nyawa anak kecil itu? Anak kecil yang kedua orang tuanya sudah tiada, Ma, Pa. Anak kecil yang hidup miskin itu, keluarganya sekarang seorang sultan, konglomerat. Mama dan Papa menyesal? Nina rasa enggak."
8.5241.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.7K kali sebagai le miserable
Baca
+Pustaka
Ku Miskinkan Suamiku

Ku Miskinkan Suamiku

“Aku udah terlalu capek.” “Capek?” Fahri tertawa kasar. “Aku yang hidupnya hancur di sini!” Tangannya menunjuk sekeliling rumah dengan mata merah penuh tekanan. “Rumah hilang! Uang habis! Semua orang nyalahin aku!” “Aku juga hancur!” balas Nayla akhirnya sambil menangis keras. “Aku tiap hari dihina di rumah ini!”
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai le miserable
Baca
+Pustaka
My Beautiful FAT Girl

My Beautiful FAT Girl

ucap Liana. “Ya enggak mau lah, Mi. Gengsi aku tuh,” ucap Citra menolak. “Mau enggak mau harus mau. Atau kamu mau Papi kamu bangkrut dan kita jatuh miskin? Mau kamu hidup melarat?” tanya Liana membuat Citra mengerucutkan bibirnya. “Ya enggak mau lah, Mi.”
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai le miserable
Baca
+Pustaka
Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan

Tanpa ada yang ditutupi Jibs melanjutkan pembicaraannya. Amie tertawa kecil, hingga semua orang mengarah ke arahnya. Sementara dia pun langsung menuruni satu persatu anak tangga. "Anakmu sudah mati!!" ungkap Amie bernada sinis. "Mati dalam keadaan menjadi budakmu, bahkan Kamu memperlakukannya lebih dari sampah!" Tambah Amie yang sekarang nada bicara semakin pedas. "Diam, Amie!"
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai le miserable
Baca
+Pustaka
Sad Boy

Sad Boy

Mayra sedikit kesal dengan pandangan rendah pelayan itu padanya. "Kalau tahu, sana pergi! Di sini tidak menerima orang miskin yang sok mau pesan makanan, nyatanya tiba di meja cuma minta air putih," ketusnya dengan suara keras yang dapat di dengar beberapa pengunjung. Walau tak terlalu ramai, tapi sedikit membuat Mayra malu. "Mbak, jangan ngada-ngada kamu ya. Saya ke sini tuh, buat makan. Bukan cuma pesan air putih doang," Mayra membalas dengan suara tak kalah besar dan jengkel.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai le miserable
Baca
+Pustaka
Yang Kalian Hina Miskin

Yang Kalian Hina Miskin

pekik Mayang dengan sarkas. “Jalang! Dasar gak tahu sopan santun! Orang miskin!” Purnamasari dengan penuh kekecewaan mengatakannya. Menuduh dan menunjuk batang hidung Atau dengan penuh emosi. Sama sekali tidak melambangkan bahwa dia adalah ibu mertua yang baik.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai le miserable
Baca
+Pustaka
Penyesalan

Penyesalan

Ia selalu serius dengan kata-katanya. Rasa kesalnya bertambah ketika terdengar suara-suara orang tertawa. Lima orang pemuda yang lebih tua darinya duduk di sebuah meja sambil bersorak-sorai, seolah mengejek dirinya yang sedang patah hati. "Gila, gila, gila! Bos kita ini bener-bener gila! Nggak nyangka cuma dalam sehari dia udah bisa dapetin tuh cewek! Instant banget!" teriak salah satunya.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai le miserable
Baca
+Pustaka
Mistpouffer

Mistpouffer

pekik Mutia. “Aku malah bingung sama pola pikir kamu yang pesimis banget tentang hubungan kita! Aku mengorbankan semuanya untuk kamu, Mutia. Semuanya. Benar-benar semuanya, habis tanpa sisa.” Mutia menggigit bibir bawahnya. “Andai aja kamu mau ngomong sama aku baik-baik, Len. Aku dengan senang hati bakal menerima kamu. Tapi semua kelakuanmu ini enggak akan bisa aku maafkan.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai le miserable
Baca
+Pustaka
Mistake

Mistake

kata adriell ragu . "ngapain gue harus marah ? ngapain gue harus jijik sama lo ? bukannya setiap orang itu punya masa lalu ya entah itu baik atau jelek. itu masa lalu lo dan gak bakalan ngaruh buat gue . yang terpenting saat ini lo milik gue , walau pun bukan gue yang ngerubah lo saat bersama gue . tapi gue berterima kasih pada elisa karena dia udah ngelepas cowok badboy kayak lo buat ngebahagiain gue". jawab thea dan tersenyum.
8.712.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai le miserable
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status