Luka di Ujung Senja
Di luar ruangan, Raka menatap pemandangan itu diam-diam, sementara Ardi berdiri di sampingnya.
“Dia lebih kuat dari kita semua,” kata Raka lirih.
Ardi mengangguk, suaranya serak. “Aku baru sadar… kadang Tuhan kasih kesempatan kedua, bukan buat menebus masa lalu, tapi buat belajar mencintai tanpa syarat.”
Raka menatapnya. “Kalau gitu, jangan sia-siakan lagi.”
Malam itu, di lorong dingin rumah sakit, semua luka yang terbuka mulai mencari jalan untuk sembuh—pelan, tapi pasti.