Langit & Mega
Saffanainidan sebenarnya aku tak diamtunggu aku diantara aku dan diaaku tahu tapi aku diam
Aku mengangguk paham lantas berujar pelan, "pelangi."
Kening kak Bima mengernyit. "Pelangi?"
"Warna-warni," cetusku mencoba beranalogi. "Jatuh cinta itu menurut aku warna-warni, kayak pelangi. Hadirnya bisa jadi setelah hujan."
Aku menoleh mendapati kak Bima yang tengah tersenyum lantas buru-buru aku mengalihkan pandangan. Tidak kuat melihat senyumnya. Karena senyumnya seperti es krim ini. Manis.