Kami Bukan Benalu, Bu
-dmr-
Tempat pertama yang kami tuju adalah toko yang menjual perabot. Sebuah kasur berukuran 180 cm x 200 cm dan lemari tiga pintu menjadi pilihanku. Mas Satya hanya mengizinkan membeli dua barang itu. Selanjutnya, dia mengajakku membeli kompor dan beberapa peralatan masak yang mulai kuhafal nama dan fungsinya. Ternyata, selama beberapa bulan tinggal di rumah Mbak Jelita, ada untungnya juga. Aku jadi mengetahui beberapa peralatan dapur dan sedikit bisa memasak. Ah, kenapa aku malah teringat dengan wanita jahat itu? Gara-gara dia, aku jadi tinggal di kontrakan kecil dan terpaksa memulai hidup dari nol. Tetapi, tidak apa-apa. Suatu saat nanti, aku akan mendatangi Mbak Jelita dan memamerkan keh
Chapitres populaires