DONATUR ASI JADI CINTA CEO
Dan di tengah senja, dua jiwa yang sama-sama terluka itu menemukan cara untuk saling menyelamatkan—meski lewat jalan yang tak wajar, bahkan menyakitkan bagi Nadine, akhirnya.
Liang Shen tetap dengan cara brutal dalam menuntaskan kebutuhan biologisnya. Meski Nadine kesakitan, tetapi sebuah senyum manis tersemat di kedua bibir.
“Maaf, Lou po! Aku gak bisa menahannya,” ucap Liang Shen lalu menyesap bibir Nadine beberapa saat. Kemudian ia menatap istrinya. “I love you, Lou po.”
"Gak apa. Aku juga menginginkan ini,” sahut Nadine sambil mengusap-usap pipi Liang Shen.