Tukar Ranjang
"Maaf, Ma. Tadi aku—,"
"Banyak kerjaan makanya lembur. Kamu mau mengatakan itu kan. Alasan yang klise. Jika kamu terus sibuk kerja dan tak kenal waktu seperti ini, lalu kapan kalian membarikanku seorang cucu? Semua teman-temanku telah memilikinya sementara kalian berdua masih sibuk dengan pekerjaan seakan karier lebih penting dari nyawa kalian sendiri," omel Lilian setelah memotong ucapan menantunya.
Kuping Leya mulai terasa panas. Baik pernikahan pertama ataupun kedua, masih pertanyaan yang sama yang terus menjadi senjata menekannya.