Gadis Penipu & CEO Dingin
Ia menatap gadis itu dengan pandangan yang kembali tenang, namun ada ketegasan baru yang terasa lebih tajam dari sebelumnya.
“Menikah?” ucapnya perlahan, seolah kata itu terdengar asing dan tidak masuk akal baginya. “Maaf, Larissa, tapi sampai kapan pun hal itu tidak akan masuk ke dalam prinsip hidupku. Sejak kecil aku sudah melihat sendiri bagaimana pernikahan hanya menjadi alat tawar-menawar, beban, dan penjara bagi mereka yang terjebak di dalamnya. Aku tidak akan pernah mengikat diriku pada satu orang selamanya, apalagi hanya untuk memenuhi syarat yang kau buat sendiri.”