Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!

Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!

Gemuruh angin di atas desa Oakhaven tidak seperti badai biasa. Udara terasa kering, berbau ozon yang pekat, dan setiap embusan angin meninggalkan rasa perih yang membakar di permukaan kulit. Pusaran energi ungu di langit berputar semakin cepat, menjatuhkan berkas-berkas kilatan cahaya statis yang langsung menyerap mana dari lingkungan sekitar.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai like wind on a dry branch
Baca
+Pustaka
Wanita Untuk Sang Penguasa

Wanita Untuk Sang Penguasa

Awan mendung dengan semilir angin dingin yang berhembus menerbangkan dedaunan kering di atas rumput. Titik-titik air pun mulai meluruh turun dari atas langit, menjanjikan curahnya yang akan jauh lebih deras.
1028.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai like wind on a dry branch
Baca
+Pustaka
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Malam itu udara terasa lebih berat dari biasanya, seolah ada sesuatu yang bergerak dalam kegelapan. Azan dan Zahra kembali terbangun dari tidur mereka, merasakan hawa dingin dan desakan aneh yang semakin kuat. Angin di luar bertiup kencang, membuat dedaunan di halaman rumah berputar liar. Azan menggenggam tangan Zahra erat. "Kali ini berbeda, Zahra. Aku bisa merasakannya. Sesuatu datang."
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai like wind on a dry branch
Baca
+Pustaka
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin yang menerpa. Dan jauh di sudut desa, di balik keriuhan semangat membangun, benih-benih rasa iri mulai tumbuh perlahan... menunggu saat yang tepat untuk menyerang.
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai like wind on a dry branch
Baca
+Pustaka
Inheritance

Inheritance

Dia duduk di atas rerumputan dan memejamkan kedua matanya. Tangannya mulai bergerak-gerak dengan lentik. Daun-daun yang berguguran melayang bersama angin mengikuti gerakan tangannya. Awalnya hanya beberapa daun, namun perlahan semakin banyak dan membuat semua daun yang berserakan terangkat ke atas hingga tidak tersisa satupun di tanah. Suara angin semakin kuat diikuti gerakannya yang mampu menarik pohon-pohon besar beserta akar-akarnya yang besar.
9.923.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 550 kali sebagai like wind on a dry branch
Baca
+Pustaka
MELACUR KARENA TERPAKSA

MELACUR KARENA TERPAKSA

Bulu kuduknya meremang seketika. Kartika memandang ke luar lewat jendela. Kemarau sedang memperlihatkan keperkasaannya. Daun-daun merangkul dahannya dengan erat. Mereka tidak mau terpisah karena kekeringan, layu dan lepas tertiup angin.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai like wind on a dry branch
Baca
+Pustaka
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Tidak sempurna tapi lebih baik daripada harus menahan napas secara utuh seperti yang biasa dilakukannya saat bersama dengan Bree kemarin. Pekerjaan sulit itu masih sedikit terbantu karena angin bertiup dari arah depan, jadi aroma Bree hanya menghambur ke belakang, tidak menusuk hidungnya. Namun, bantuan angin itu menjadi tidak berguna, saat Briar berlari dengan kecepatan tinggi, melesat ke depan. Angin segera menghamburkan aroma yang membuat Rad mengumpat. Butuh beberapa detik sebelum akhirnya dia bisa melihat Bree dalam bahaya. Entah kenapa Briar menjadi liar.
9.538.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 810 kali sebagai like wind on a dry branch
Baca
+Pustaka
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Karena panas yang terik, tampak seperti ada air menggenang di kejauhan. Pada kiri kanan jalan, angin yang terdorong oleh badan-badan kendaraan yang berlalu lalang membuat daun-daun tumbuhan dandelion bergoyang hebat dan melepaskan bunganya yang telah kering lalu berterbangan menari bersama angin. Ia menerima takdirnya dengan pasti, lalu tumbuh dengan bangga walaupun di sela-sela pecahan batu di atas tanah gersang.
9.57.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai like wind on a dry branch
Baca
+Pustaka
SUAMI GHAIB

SUAMI GHAIB

Dia satu-satunya wanita di sini. Wuuusssshhh ... Wussshhh ... Wuuuussshh ... Pepohonan di sekitar bergoyang karena tertiup angin yang kencang. Daun kering berada di tanah pun ikut berterbangan. "Kenapa anginnya kencang sekali?" "Sepertinya mau hujan!" "Ayo selesaikan tandunya!" Kraaakkk ... Kraaak ...kreteeekk ... Kreteekkk ...
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai like wind on a dry branch
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Tidak kering. Hanya bergerak. Angin. Namun angin ini tidak mengalir. Ia memotong. SREET... Suara tipis melintas di telinga Shu Jin. Beberapa helai rambutnya terputus dan melayang pergi. Ia berhenti. Matanya menyipit. Di depan sana, bayangan pepohonan raksasa muncul di balik kabut kelabu. Batang hitam menjulang seperti pilar dunia. Daun-daunnya berputar liar tanpa arah angin yang jelas.
1027.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai like wind on a dry branch
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status