Jagat Kelana
"Ingat namaku, Pria Ayu. Aku Abimana, putra mahkota Bumi Seloka. Maka jika aku memberimu perintah jangan menolak. Kelak di masa depan hidupmu akan layak!"
Jagat tidak memedulikan apa yang dikatakan oleh Abimana, dia justru berusaha memperbaiki kualinya yang bocor akibat lemparan kerikil antek Abimana. Jemari Jagat sibuk menggulung daun lontar yang kebetulan tumbuh di sekitar sungai. Namun, saat beberapa lubang sudah tertutup menyisakan satu lubang tiba-tiba, pyar!
Tawa terbahak terdengar dari kedua pemuda yang berdiri dibelakang Abimana. Jantaka berhasil melempar batu besar hingga dua kuali itu pecah tidak berbentuk.
Hot Chapters