Budak & Lima Istri Dari Langit
Salah satu dari lima wanita itu perlahan-lahan maju mendekati dirinya; rambutnya hitam panjang dengan raut wajah yang tenang, namun ada ketegasan yang jelas terlihat dalam sorot matanya.
“Aku Lira.”
Selanjutnya Lira menunjuk yang lain, satu per satu.
“Nara.” Wanita itu menatap lembut, tetapi tetap tegap.
“Vea.” Tatapannya tajam, dingin, seolah sulit percaya pada siapa pun.
“Sia.” Ia tampak sedikit ragu, matanya bergerak pelan, terlihat paling lugu.
“Elen.” Wanita itu hanya diam, memperhatikan tanpa banyak bicara.