Dosa dalam Cinta
Tubuh Satrio menegang, otot-ototnya menolak perintah untuk bergerak, sementara pikirannya memutar gambar-gambar yang memecah: Citra dengan mata kosongnya, Sekar berdiri di tengah kobaran api dengan air mata yang bercampur debu, dan anak kecil itu—wajahnya pucat, matanya besar, memancarkan luka yang tak mampu diucapkan dengan kata-kata.
Petir menyambar langit dengan kilatan putih yang menyilaukan, membelah kegelapan dengan cahaya yang sekejap, dan di puncak bukit yang menjulang di kejauhan, siluet itu tampak jelas—tinggi, berjubah hitam yang berkibar dalam angin, matanya merah menyala seperti bara yang dipanggang di rahim bumi, menyorot lurus ke arah Satrio dengan tatapan yang membekukan. Di
Hot Chapters