PREMAN DILAMAR SHALEHAH
"Lalu, kita apa?
Aisha tersenyum. Ia melingkarkan tangannya di perut Arash. Lalu, menyandarkan kepalanya di punggung Arash dengan mata menatap takjub pada sekeliling yang di lewatinya.
"Kita ganti dengan shalawat, Mas!" ucapnya dengan lembut, cukup menembus hingga ke lubuk hati Arash yang selama ini mengeras.
Arash menyanyikan sebuah lagu, bukan shalawat yang seperti Aisha pinta. Menelusuri jalan yang cukup lika-liku dan naik gunung, turun gunung dengan riang gembira. Bagaimana pun, berpetualang dengan orang yang dicintai, jauh lebih indah. Hingga sulit diungkap dengan kata.
Hot Chapters