Berpisah Untuk Bersatu
"Oh, baik Bu. Sebentar kita ke sana, biar nggak terlalu jauh Ibu narik kopernya."
Sampai di sini, aku tak bisa merespon dengan baik, hanya mengangguk. Memandang ke luar kaca mobil penuh dengan kerinduan. Rindu, sedih, merasa bersalah, sakit sekaligus haru dan bahagia. Akhirnya setelah dua tahun berpisah, Tuhan menyatukan kami kembali. Benar, tak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dia Maha Baik.
Hot Chapters