Wanita Kedua
Dia beberapa kali meminta dibelikan buku-buku yang mengupas masalah tersebut dengan syariat yang benar.
Nazeela mengembuskan napasnya, tidak mengira permintaan Farah adalah isyarat bahwa wanita itu tengah mempersiapkan diri mencari calon istri kedua untuk Fairuz. Lamunan gadis yang memiliki sorot teduh itu buyar ketika merasakan pergerakan kecil dari jemari Farah yang dia genggam. Sedetik, dua detik ... air mata si gadis luruh begitu saja, bersamaan dengan kelopak mata Farah yang terbuka perlahan. Gegas dia merogoh kantong gamisnya dan meraih ponsel dari sana. Tangannya gemetar menekan angka tiga, panggilan cepat agar terhubung langsung pada Fairuz.
"Assalammualaikum, Bang. Kak Farah ...."
Hot Chapters