Menyesal Usai Mendua
Tringgg
Untuk kedua kalinya ponselku berdering, sebuah pesan singkat masuk.
[Mas, jangan lupa istirahat, makan yang banyak, ya. Aku sayang kamu]
Ah, Bella. Dia itu selalu saja membuatnya nyaman dan serasa sangat dicintai. Tak masalah aku menduakan Namira, toh Bella bisa membuatku begitu bahagia. Kedua anakku pun aku yakin dapat menerima Bella yang dapat membahagiakan ayahnya ini.
Aku tersenyum tipis, lalu membalas pesan Bella dengan mesra. Tak lupa emotikon hati kukirim dipaling bawah.