Antara Cinta dan Luka
Ia duduk, membuka buku catatan yang penuh coretan, dan mulai cerita ide: "Aku mau lagu tentang harapan di tengah kegelapan, kayak orang yang nyaris menyerah tapi masih nyanyi."
Rian mengangguk, terkesan dengan kedalamannya. Ia menyalakan piano, memainkan akor sederhana. "Kaya gini?" tanyanya, jarinya lincah di tuts, mencoba mencocokkan nada dengan visi Naya.
Naya memejamkan mata, mendengar sejenak. "Lebih pelan di awal, kayak… hujan di Monas malam hari," katanya, suaranya pelan tapi penuh makna.