Gelang Langit
Ia berlari ke arah ibunya dan berlutut, memeluk tubuh renta yang kini mulai menggigil.
“Bu...” bisiknya. “Aku di sini... Aku dengar suaramu...”
Tinta biru di bibir ibunya mulai retak, lalu meleleh perlahan. Mulutnya bergetar, dan dari celah yang terbuka, keluarlah satu kata, pelan... “Nila.”
Itu cukup.
Ritual mulai pecah. Gema para tawanan makin menguat. Rantai ilusi yang menahan suara mereka satu per satu runtuh oleh kekuatan sederhana: kasih, keberanian, dan pengakuan.
Capítulos Populares