Serenade Cinta Dibawah Bintang
Gadis itu—tanpa ia sadari—adalah dirinya sendiri.
Luna membuka laptopnya, membuka folder berisi draft lagu-lagu lama yang pernah ia dan Adrian buat. Ia memutar ulang salah satu rekaman mentah mereka, suara mereka masih terekam samar.
“Meski jalan kita bercabang, Suara kita pernah satu, Dan meski waktu tak bisa kita ikat, Tapi hati tahu arahnya.”
Lagu itu tak pernah mereka selesaikan. Draft-nya berhenti di tengah bait kedua. Luna menatap layar, jari-jarinya menyentuh tuts laptop, namun ragu.