Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana qasidah 'Matahari Dunia' bisa menyentuh hati meski kita tak sepenuhnya paham makna liriknya. Aku pernah dengar lagu ini di acara keluarga, dan meski bukan penikmat qasidah, melodinya yang hangat bikin aku penasaran. Dari yang kucari, lagu ini ternyata pujian untuk Nabi Muhammad—'matahari dunia' itu metafora untuk cahaya ilahiah yang dibawanya. Liriknya menggambarkan kerinduan umat pada teladan Nabi, dengan bahasa puitis khas sastra Arab.
Yang menarik, qasidah seperti ini sering dipakai dalam tradisi Maulid Nabi. Aku suka bagaimana tafsir liriknya bisa sangat personal: ada yang mengartikannya sebagai doa, ada pula yang melihatnya sebagai pengingat untuk meneladani akhlak Nabi. Bagiku sendiri, lagu ini mengingatkan pada pentingnya figur panutan di era yang serba kompleks ini.