Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menggoda Kekasih Ibu Tiri

Menggoda Kekasih Ibu Tiri

Tatapan itu tajam, menelanjangi setiap pikiran ku. "Aku bisa merasakan tatapan mu," Katanya secara tiba-tiba. Aku tersentak, tapi dengan cepat memasang senyum santai. "Apa aku tidak boleh melihat kekasih ibu tiriku sendiri?" Dia tidak segera menjawab. Sebaliknya, dia menyesap anggurnya, lalu meletakkan gelasnya dengan tenang. "Kau punya banyak cara untuk melihat, Calia," katanya, nada suaranya begitu tenang hingga terasa seperti bisikan. "Tapi cara yang kau gunakan saat ini... menarik."
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai lirik lagu qasidah ibu
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

****** Hanya petikan kata untuk para ibu. Dear Ibu, apa kabar? Kerinduan itu memuncak lagi, lewat berbagai mimpi. Pada yang telah memberi kasih sayang, yang tak pernah menampakkan kelelahan, yang selalu menungguku menyiapkan berbagai makanan. Kadang sampai terlelap, masih dengan bola mata terkantuk-kantuk menunggu kedatangan ku pulang ke rumah karena kegiatan.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai lirik lagu qasidah ibu
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Ayah Kekasihku

Istri Kedua Ayah Kekasihku

ucap Sierra panjang lebar, masih dengan wajah sembab. “Dia ayahku!!” pekik Martin tiba-tiba. Matanya melotot, dengan semburat kemerahan. Bercampur antara marah dan frustasi. “Apakah kamu pikir aku bisa hidup tenang setelah semuanya? Apakah menurutmu, aku bisa dengan senang hati menerimamu sebagai ibu tiriku?” Martin mencengkeram kepalanya. “Dimana akal sehatmu, Sierra!!” “Aku tidak punya pilihan … ada kehidupan lain yang harus kujaga,” Sierra menunduk begitu dalam, mulai mengelus perutnya.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai lirik lagu qasidah ibu
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia membutuhkan "Empati" Nari mulai memainkan lagu yang sangat sederhana—lagu pengantar tidur yang pernah didengar Nara saat ia masih kecil di Bumi. Lagu itu adalah satu-satunya kenangan yang tersisa dari ibunya sebelum ibunya meninggal. Nara Nihilis terhenti. Tangannya yang memegang pena hitam gemetar. Mata dinginnya mulai berkaca-kaca. "Ibu..." bisiknya.
715 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai lirik lagu qasidah ibu
Baca
+Pustaka
Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam

Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam

Ia mengusap permukaannya yang berdebu, jari-jarinya menyentuh lembut tuts kuning gading yang telah retak di beberapa bagian. “Waktu kecil,” ucapnya lirih, “Ibu sering main lagu ini.” Sebuah nada pelan mengalun, disusul satu lagi. Suaranya sumbang, tapi ada kesedihan yang tajam di balik tiap getarannya. Sasha melangkah mendekat. “Kamu sayang banget sama ibu kamu, ya?”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai lirik lagu qasidah ibu
Baca
+Pustaka
Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

🎙️ Sekar (melanjutkan, suaranya lembut tapi bergetar): “Kamu tahu, Nak… Ibu dulu takut sekali. Takut tidak bisa menjadi istri yang baik, takut tidak diterima, takut menjadi ibu yang gagal. Tapi sekarang… setiap kali kamu menendang lembut seperti ini, Ibu merasa Tuhan sedang berkata: ‘Kau tidak sendiri.’” Ia menarik napas panjang, memejamkan mata sejenak. Musik di latar berubah menjadi nada gitar yang hangat. 🎙️ Sekar: “Kalau kamu sudah besar nanti dan mendengar rekaman siaran ini, Ibu ingin kamu tahu… bahwa sejak kamu masih di sini—” (tangannya menepuk perlahan perutnya yang bundar) “—kamu sudah menjadi alasan Ibu bertahan.”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai lirik lagu qasidah ibu
Baca
+Pustaka
Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa

' 'Naqib, aku, ayahmu, sangat ingin memelukmu sampai rambutku telah memutih, sampai aku tak lagi ingat apapun kecuali dirimu, Naqibku, kesayanganku, putraku. 'Naqib, jika aku pergi kau akan tetap hidup, dan bertahanlah, karena cintaku dan cinta ibumu telah melebur menjadi satu dalam aliran darahmu. Hadapilah segalanya, Naqib.' 'Naqib, ia pamanmu, Qasim namanya, ia akan menyayangimu seperti aku dan ibumu melakukannya. Persis Naqib, aku menjaminnya dengan nyawaku.'
779 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai lirik lagu qasidah ibu
Baca
+Pustaka
Hajatan di Rumah Ibu

Hajatan di Rumah Ibu

Tangan rasanya sakit, mengucek dan menyikay satu gunung pakaian kotor itu. "Bu, sudah selesai semuanya," ucapku, mendekat. “Sudah selesai? Nih, ambil! Pulang sana! Anak-anakmu pasti sudah lapar, kan?” ucap Ibu, tanpa sedikit pun menatapku, menyerahkan selembar uang. Aku mengangguk pelan, tangan ini gemetar menerima uang pemberian Ibu. "Ambil, Tah! Hidup miskin dan serba kekurangan aja masih mikir-mikir dikasih uang," ujar Ibu.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai lirik lagu qasidah ibu
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Ibu Susu Anakku

Jerat Cinta Ibu Susu Anakku

Lalu dengan pandangan kosong, wanita yang kini tengah duduk meringkuk di atas ranjang, menengadahkan wajah, kedua matanya yang sembab menatap langit-langit kamar kostnya yang dingin. "Ya Allah, kenapa Engkau mengambil semua orang-orang yang aku sayangi, ya Allah? Tidak pantaskan aku hidup bahagia walau hanya untuk sekejap?" Sungguh hatinya kini terasa hampa, sepi dan seolah ia tak ada semangat lagi untuk menjalani kehidupan ini. Kepala wanita itu kembali tertunduk, badannya bergetar hebat, dengan tergugu ia melanjutkan tangisnya dengan sejadi-jadinya.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai lirik lagu qasidah ibu
Baca
+Pustaka
Nikah Dengan Kakak Ipar

Nikah Dengan Kakak Ipar

Aku mendekat padanya hendak meraih Qila, tapi Ibu mendekap bocah itu di dadanya, membuat Qila menangis kencang. “Bu, tolong jangan begini.” “Sampai kapanpun, Qila tetap cucu ibu. Satu-satunya jejak Rofi.” Mata ibu berkaca-kaca saat mengatakannya. Rasa pedih berdenyar di dadaku. Aku mengulurkan tangan hendak meraih Qila tapi Ibu dengan cepat menepis tanganku. “Pak! Pak eee! Cepat tho, ambil HP.”
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai lirik lagu qasidah ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status