Diam-Diam Menikmati
Tanpa sepatah kata pun, ia menekan tombol untuk mematikan panggilan dengan kasar, suara klik terdengar keras di ruangan yang sunyi.
Tangan Russel mengepal dengan erat, hingga buku-bukunya memutih. Nafasnya memburu, terdengar seperti deru angin kencang yang mencoba menahan amarah yang hampir meledak. Dadanya naik turun, seolah-olah setiap tarikan nafas adalah upaya untuk menahan diri dari melakukan sesuatu yang akan ia sesali.
"Sial!" geramnya, suaranya bergema di dinding ruangan yang sunyi, seperti guntur yang memecah kesunyian. "Leah benar-benar tidak akan membiarkanku bertemu dengan Luna semudah itu."
Capítulos Populares