Selir Yang Terlupakan
Bab 64
Mata Hongwu sedikit membelalak, secercah kegembiraan yang jarang terlihat jelas berkilau di manik matanya yang gelap. "Menyamar," ulangnya pelan, seolah kata itu asing dan belum pernah menyentuh telinganya selama puluhan tahun. Ide itu sungguh tak terbayangkan bagi seseorang yang sejak hari pertama ia ingat, selalu dikelilingi barisan pengawal yang berdiri tegak, pelayan yang menunduk dalam-dalam, dan orang-orang yang tak berani menatap wajahnya lebih dari sedetik.