Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sebening Senja

Sebening Senja

Bening melirik Dito yang segera beralih pada data tamu rombongan di folder laptopnya. "Bentar." Dito mengecek ulang data secara seksama untuk memastikan tidak keliru, kemudian segera mencetaknya. "Nih, nama perusahaannya Pratama Corporation, dari Bal--" Ucapan Dito terhenti saat ponsel Bening berdering oleh panggilan masuk, dari nomor pondok Al Jabbar. Ia mengisyaratkan Dito untuk memasukkan data tersebut ke map coklat. Lalu menuju bilik di belakang ruang kerja.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as the ambengan tenten
Read
+Library
Wanita Penggoda

Wanita Penggoda

“Ambu mah teu muluk-muluk neangan mantu. Nu penting calon salaki Neng eta jelemana kasep, beunghar, loba duit, jeung lain salaki batur. (Ambu mah gak muluk-muluk cari menantu. Yang penting calon suami Neng itu orangnya tampan, kaya raya, banyak uang, dan bukan suami orang lain.)” Semua syarat yang Ambu ucapkan sepertinya sudah ada dalam diri Mas Bambang. *** Selama di Desa, Mas Bambang begitu pandai mengambil hati Ambu. Dia tak segan membantu calon mertuanya memasak di dapur. “Ini namanya buah apa, Ambu?” tanya Mas Bambang mengacungkan yang menurutnya buah-buahan. “Itu teh bukan buah-buahan, tapi jengkol," jawab Ambu mengulum senyum.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as the ambengan tenten
Read
+Library
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Dan Bungo pula menaiki punggung kuda betina tersebut. “Aku tidak ingin mengatakan ini,” ujar Antaguna pada si pria lugu. “Tapi, bila ada jodoh pertemuan, kita akan berjumpa lagi.” “Tidak masalah,” angguknya. Dua ekor kuda membawa tuan mereka masing-masing, meninggalkan kawasan di tengah-tengah belantara Lembah Anai itu, mengarah ke selatan, untuk melanjutkan tugas dari sang gadis, mendapatkan kepingan kelima Teratai Abadi yang dipegang oleh Ambisar, berjuluk si Gagak Api. Dan Ambisar, tinggal di salah satu lereng Gunung Kerinci.
1074.2K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as the ambengan tenten
Read
+Library
Ketulusan Hati Amirah

Ketulusan Hati Amirah

ucap Kenzo malu-malu sambil garuk kepala yang tidak gatal. "Owalah ... Alhamdulillah, Nak. Tante senang sekali, kalau begitu kalau kamu ke Bandung, Tante bisa nebeng, kita bisa ke sana sama-sama," ucap Ambar antusias sambil menyeka sisa air mata.
1021.7K viewsCompletedAdded to Library 716 Times as the ambengan tenten
Read
+Library
HARMONY

HARMONY

Sagara: “Takut lo cemburu” Abian: “Apaan dah,” Sagara: “Oh apa udah sama mbak ranking 1” Abian: “NYeleneh lagi gua bakar lo Gar” Sagara: “Iya tenang, bercanda doang” Abian: “Thanks lo udah semangatin gini Bel” Abian: “Nonton dong kesini, hahaha” Abella: “Aku usahaiin ya kak, hehe”
105.4K viewsCompletedAdded to Library 155 Times as the ambengan tenten
Read
+Library
PENDEKAR PEMBASMI SILUMAN

PENDEKAR PEMBASMI SILUMAN

umpat Ambu hingga tak terasa air matanya mulai mengalir bercampur kemurkaan saat dia mengayunkan tongkat besinya. "Cpt tgkp dy!" perintah si pimpinan tuyul. 10 tuyul yang masih ada di belakang dengan segera mengarah ke Ambu. Para tuyul lainnya yang sudah tumbang pun bangkit kembali dan hendak menangkap Ambu juga. "Gawat! Mereka semakin banyak! Aku tak mungkin sanggup melawan mereka semua! Semuanya akan berakhir jika aku tertangkap di sini!" pikir Ambu untuk tetap berusaha tenang.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as the ambengan tenten
Read
+Library
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

ujar Kanaya memberikan semangat kepada Hakya. Haknya masih memperhatikan kendi-kendi tersebut, dia melihat satu persatu dari setiap kendi yang ditunggu-tunggunya itu. Ada sekitar 10 kendi yang berjajar rapi dan saat ini semuanya dalam kondisi terbuka. Karena Kanaya tadi melihat semua kendi yang terisi air ramuan itu. Hakya kemudian kembali menatap kepada Kanaya dengan pandangan yang menyelidik, dan terlihat dari wajah Hakya, dia masih tampak kebingungan.
9.888.3K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as the ambengan tenten
Read
+Library
AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

****** Bersambung .
101.8K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as the ambengan tenten
Read
+Library
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

teriak ku memanggil-manggil Nenek Uban ketika sudah sampai di sungai. Aku berteriak-teriak memanggil Nenek Uban karena kulihat di sungai itu sepi tak ada seorangpun di sana, dari kejauhan kulihat batu besar di tengah-tengah sungai itupun tidak ada penunggunya. Yah Nenek Uban adalah makhluk halus penunggu batu besar sungai ini sebelum aku bertemu dengannya dia tinggal di batu besar itu.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as the ambengan tenten
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status