Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diantar Ke Rumahku

Diantar Ke Rumahku

Di antara percakapan kedua orang tersebut, sering kali pemain musik tiba-tiba memainkan lagu singkat, yang kemudian segera berhenti seolah dengan mendadak pula. “Mulai mengantuk, ya, Bang.” Goda Amelia melihat Idris terlihat ‘melemas’. Idris tertawa kecil. “Mungkin karena enggak ngerti, mereka sedang membicarakan apa,” kata Idris. “Iya, Bang. Aku yang orang Batak saja, kadang-kadang enggak tahu, apa arti dari pantun mereka itu,” Justin ikut menimpali.
107.5K viewsCompletedAdded to Library 187 Times as lirik pantun
Read
+Library
Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Pantun narsis Gior sukses membuat semua yang ada di sana terkekeh geli. Kianna membelalakkan mata melihat kehadiran Gior di depannya. "Pohon randu, daun lontar. Denger suaramu, hati kakak bergetar." Kianna menggigit pipi dalamnya kuat menahan diri untuk tidak salah tingkah mendengar pantun berisi gombalan gembel dari Gior.
1027.5K viewsCompletedAdded to Library 990 Times as lirik pantun
Read
+Library
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Cantel neng lintang Sampir neng mbulan P**e neng srengenge (gantungkan di bintang Sampirkan di bulan Jemur di matahari) Ana bocah….. Ana bocah… Bocah cilik… Bocah cilik gambar jagad (ada anak Ada anak Anak kecil melukis dunia).
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 322 Times as lirik pantun
Read
+Library
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

Bubuy bulan....... Bubuy bulan sangrai bentang Panon poe, panon poe oge hade..... Lirik lagu: Bubuy Bulan “Cahyati....Cahyati Assalamualaikum.” (Cahyati...Cahyati Assalamualaikum). “Waalaikum salam.” (Waalaikum salam). "Cahyati hayu ka sakola, isuk-isuk geus nyanyi bae Sia teh."
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 301 Times as lirik pantun
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Sambil memegang mikrofon, dia tersenyum dan berkata, "Selamat datang para tamu terhormat, para nyonya, tuan, dan sahabat sekalian! Selamat sore semuanya!" Lalu dengan suara lembut dan berirama, dia membacakan pantun pembuka, "Di antara puncak tinggi menjulang, pena menari melawan badai dingin. Tinta beraroma bunga, memikat kupu yang beterbangan. Di atas kertas, warna-warni menyerupai nyanyian yang menawan." "Selamat datang dan terima kasih sudah berkumpul di sini. Balai lelang kami akan mengadakan acara lelang tahunan musim panas–gugur hari ini di tempat ini ...."
9.51.1M viewsOngoingAdded to Library 39.5K Times as lirik pantun
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.0K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as lirik pantun
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Bahtera di dada harapan Saat hiruk pikuk merengkuhku di belantara Kita hanya sebatas rasa yang tak pernah di anggap ada Mungkinkah gugup tak berdaya menjadikan gigil terbalut kasihmu nan manja Di ranting-ranting cemara kering, se ekor burung camar bertengger tuk nikmati pawana Ia tahu ranting itu rapuh merana Bergeser tubuh untuk menarikan cinta Pada kenikmatan senja Dawainya mata Camar kepakan ekor dan sayap Selalu menarik pasangan lelap Menata akan suatu harap Namun ia bentuk elegi buana sebagai sajian tarian kirap Sampai tariannya sering ancap Kerap ia menerjang hilap Sebagai karunia kasihnya membulat genap Berangan gerak riang penuh harap
104.2K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as lirik pantun
Read
+Library
Love of My Life

Love of My Life

gerutu Pandan sebel. "Bejalan hendak menepi. Supayo idak tepijak kanti. Becakap piaro lidah. Supayo kanti idak meludah." Pandan terdiam. Soalnya ia sama sekali tidak tahu apa arti kata-kata si Mahater ini. Dia yang dari lahir dan besar di ibukota seperti ini, manalah ia mengerti bahasa daerah Jambi. Lain kalau tadi ibunya yang diberi jawaban berpantun seperti ini. Pasti bisa langsung dibales dengan sama merdunya oleh ibunya. Lah dia ini kan tahu pantun cuma dari acaranya almarhum Olga dan Kang Opick doang. Paling pantun yang melekat di kepalanya itu adalah kata-kata; masak aer biar mateng. Dan dijawab audiens dengan kata; cakeppp. Dah itu aja.
9.921.6K viewsCompletedAdded to Library 797 Times as lirik pantun
Read
+Library
Istri Seksi Tetangga Sebelah

Istri Seksi Tetangga Sebelah

"Jalan-jalan ke Pangandaran Jangan lupa membawa tikar Mohon maaf kami bawa rombongan Sengaja datang untuk melamar" Didin berpantun, membuat suasana yang tegang menjadi sedikit longgar. "Beli jagung untuk dibakar Dibakar di depan rumah Pak Daud Jika Abang ingin melamar Coba sebutkan nama janda yang Abang maksud."
9.9128.9K viewsCompletedAdded to Library 4.4K Times as lirik pantun
Show Reviews (32)
Read
+Library
Van_Ok💜
ASSSSSEEEEKKKK ,,TETEH ADA YG BARU... MANTAPS ... CERITA TETEH MAH KEREN SEMUA ,,SELALU SUKA AMA KARYA TETEH,,PASTI MENGHIBUR KARENA GENRE KOMEDI ROMANTISNYA G PERNAH KETINGGALAN JADI SELALU BIKIN CERITA TETEH BERWARNA DAN BEDA AMA PENULIS YG LAIN... MANGATSS TRUS BERKARYA TEH,,BORAHAE......
Landong Herjunno
Wih, cerita yg susah untuk diceritain ..., ini cerita terbaik yg pernah saya baca. Pernah terjadi dlm hidup saya dan di Bandung jg, cm bedanya wanita itu hamilnya bukan dari awal saya ketemu dia, melainkan saat dia akhirnya pindah dr kosnya dan sampai detik ini saya ga pernah bisa temuin lagi dimana.
Read All Reviews
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status