Saat Hati Menyesal
Tengah malam, saat seharusnya dia menemaniku di rumah sakit, ternyata wajahnya justru muncul di unggahan facebook klien wanita itu.
Captionnya, [Untung ada pengacara hebatku. Beruntungnya aku, sudah mabuk, masih diseduhkan teh madu!]
Aku tak bisa tidur semalaman.
Keesokan harinya, aku pun menelepon dengan suara tenang.
“Ayah, aku sudah pikirkan baik-baik. Tiga hari lagi aku bakal pulang untuk ambil alih perusahaan.”
Di balik telepon, ayah terdiam beberapa detik, lalu menarik napas panjang.
ตอนยอดนิยม